Behind The Scene Of Myungyeon (Chapter 2)

Tittle : Behind The Scene Of Myungyeon

Main Cast :

  • Park Jiyeon
  • Kim Myungsoo

Genre : Romance, Humor

Type : Chaptered

 
Jiyeon’s Side
 
‘ddrrtt ddrtt’
Aku menoleh kearah ponselku yang tergeletak begitu saja. Sudah 10 missed call dari Myungsoo dan aku masih bingung harus mengangkatnya atau tidak dan semoga saja dia tidak menyusulku ke dorm. Bukan apa-apa sih. Aku bingung, sungguh.
Kemarin ulangtahun Myungsoo, dan sampai sekarang aku belum memiliki rencana tentang kejutan apa yang akan aku berikan padanya nanti malam. Jangan tuduh aku melupakan kadonya. Aku ingat kok. Aku sudah berfikir sejak sebulan yang lalu tapi tetap saja tidak ada yang masuk ke otakku. Sebenarnya aku sudah membelikannya sebuah jam tangan rolex saat di eropa-sudah lama sekali aku menyimpannya dan aku berharap jam semahal itu tidak bisa berjamur-tapi masa hanya itu? Tidak ada spesialnya. Bahkan waktu kami tur 15 kota di jepang, aku masih tidak menemukan kado yang tepat.
 
“ Angkat saja, ji. ”
 
Aku melirik soyeon eonnie, “ Lalu aku harus bicara apa? ”
 
Soyeon eonnie menatapku aneh, seolah aku manusia terbodoh yang pernah ditemuinya, “ Lalu apa? Ya bicara saja seperti biasa. ”
 
Aku melirik ponselku dan meraihnya dengan takut-takut. Tarik nafas jiyeon. Jangan melakukan hal bodoh.
 
“ Hal… ”
 
“ Ya!! Kenapa lama sekali mengangkat telfonku!! Kau kan sedang tidak ada jadwal! Kau baru sampai dikorea kan?! ”
 
Aku menjauhkan ponsel dari telingaku secara refleks, takut-takut suara melengkingnya ketika mengamuk memasuki telingaku dan membuatku tidak bisa mendengar selamanya.
 
“ YA!! BISAKAH KAU TIDAK USAH BERTERIAK!! ” Teriakku.
 
“ AKU KESAL PADAMU, TAHU!! ”
 
Mendadak aku mendapatkan sebuah ide agar ia tidak mengangguku satu harian ini dan aku jadi bebas memikirkan apa yang akan aku lakukan untuk
ulangtahunnya.
 
“ KENAPA HAH?! AKU SEDANG SIBUK! AKUKAN PUNYA HAK UNTUK MENGANGKAT ATAU TIDAK TELFONMU. MEMANGNYA KAU SEGITU PENTINGNYA UNTUKKU?”
 
Hening. Jurusku sepertinya ampuh. Baguslah kalau dia marah. Aku melirik Soyeon Eonnie yang menatapku dengan takjub. Aku menatapnya dengan ekspresi datar.
 
“ Aku tidak suka kata-katamu, Park Jiyeon. ” Jawab Myungsoo pelan namun tajam setelah itu ia memutuskan telfonnya.
 
Aku bergidik ngeri. Dia marah. Dia jarang sekali marah. Maaf, myungsoo. Ini satu-satunya cara yang hinggap di otak tololku. Setelah itu, akupun langsung menghubungi satu-satunya orang yang bisa membantuku saat ini.
 
Myungsoo’s Side
 
Aku menutup telfon lalu menturn offkannya dan membantingnya kesebelah tempatku duduk. Aku kesal. Ada apa dengan Jiyeon? Memang aku salah apa padanya? Tidak ada kok.
Argghh, jinja. Kata-katanya bahkan terus saja berdengung di telingaku.
Aku siapa katanya? Jelas aku ini pacarnya. Aku ini pacarnya sejak nyaris 1 tahun lalu. Sial!! Kenapa aku tidak terfikirkan untuk menjawab aku pacarnya? Astaga. Penyakit bodohku kambuh.
 
“ Kau kenapa sih? Masih pagi mukamu sudah kusut. ”
 
Aku menatap sunggyu hyung yang tiba-tiba muncul entah darimana, dengan kesal. Ia duduk disampingku dan menggeser ponsel ku tadi.
 
“ Kenapa? Ada masalah apa dengan Jiyeon? ”
 
Aku menggumam tidak jelas, “ Dia tiba-tiba menjadi aneh, bahkan sejak kemarin. ”
 
“ Mungkin dia bosan denganmu. ” Jawabnya enteng.
 
Aku menatapnya. Bosan? Aku mengibas-ngibaskan tanganku, “ Ah, tidak. Tidak mungkin. ”
Sunggyu hyung menatapku balik dan merampas remote tv dariku.
 
“ Kenapa tidak? Memang kau fikir, gaya pacaran kalian itu mengasyikkan? Tidak pernah kencan….”
 
“ Kami pernah jalan bersama! ” Potongku tidak terima.
 
“ Ohya? Apa kau menggandeng tangannya? Apa kau pernah memelukknya? Jangan-jangan mencium dahinyapun tidak pernah. ”
 
Aku menunduk. Memang tidak pernah. Kami saja baru sekali jalan bersama, itu pun hanya ke café dengan jarak 30 meter-aku ingat sekali setelah itu jiyeon bersungut-sungut karena banyak orang yang menyangka itu Krystal jung yang bahkan tidak aku kenal betul. Aku juga tidak pernah memeluknya. Kontak fisik kami hanya yah, aku sering menjitaknya, memegang rambutnya. Apa lagi ya? Tidak banyak.
 
“ Tidak pernah kan? ”
 
“ Tapi Jiyeon bukan perempuan yang butuh hal-hal seperti itu kok. ” Jawabku asal.
 
Dia tertawa sekeras-kerasnya, membuatku semakin kesal saja. Untung saja aku sedang membutuhkan sarannya saat ini, kalau tidak butuh, mungkin dia sudah aku tendang keluar dari dorm walaupun aku jadi tinggal sendirian sampai malam.
 
“ Kau memang tampan, tapi kau tidak tahu seluk beluk wanita. Yeah, memang tidak ada yang sempurna di dunia ini, ” ia tertawa lagi hingga matanya menghilang, “ Kau tahu, wanita memang terlihat berbeda di luar, tapi pada dasarnya wanita sama saja. Mereka suka diberi perhatian. Mereka suka dengan sentuhan-sentuhan kecil. Itu membuat mereka merasa eum..bagaimana yah? Di sayangi? ”
 
Aku mendengarkan semua kata-katanya, berusaha menyimpannya namun tetap saja aku tidak mengerti. “ Astaga, kau seperti wanita hyung, kenapa ribet sekali sih? ”
 
Sunggyu hyung mendecakkan lidahnya, kesal dengan aku yang terlalu lemah tentang hal seperti ini mungkin. Ia berdiri dan berjalan menuju kulkas kami untuk mengambil sebungkus besar keripik kentang lalu duduk lagi disebelahku. Jika berbicara dengan sunggyu hyung, kau harus sabar untuk memperoleh apa yang kau ingin kan darinya. Ini lah yang aku lakukan sekarang.
 
“ Kau tau kenapa suzy tidak mau denganmu waktu itu? ”
 
Aku memutar bola mataku, bosan. “ Aku tidak benar-benar ingin mendekatinya hyung, ”
 
“ Kau juga berkata seperti itu saat pertama kali pacaran dengan jiyeon, ya kan? Aku masih ingat. ” aku terdiam, “ Tapi kau sendiri yang uring-uringan sekarang. Dasar labil. Kapan kau mau mengakui perasaanmu sendiri? Kau baru saja berulang tahun yang ke 22 tahun, myungsoo. ”
 
Aku? Mengakui perasaanku? Maksudnya apa? Memang selama ini aku berbohong?
Entahlah, aku juga tidak tahu.
 
“ Jadi intinya, hyung? ”
 
Sunggyu meletakkan bungkusan kripiknya dan menatapku dengan serius, “ Jadi intinya adalah, ” ia menarik nafas, sedangkan nafasku bahkan masih tertahan di tenggorokkan, menunggunya untuk melanjutkan kalimatnya “ Park Jiyeon sudah bosan denganmu dan ia sudah lelah memberimu kesempatan untuk bersikap romantis. ”
 
Cetar.
 
Kau mau tau rasanya perasaanku saat ini? Aku bahkan tidak bisa berkata apapun lagi. Hey, apa ini salahku? Tidakkan? Apa aku terlalu menyebalkan untuknya? Apa aku terlalu cuek…apa aku..
 
Astaga. Tidak, tidak. Sunggyu hyung hanya menakut-nakutiku. Mungkin saja kan kalau jiyeon sedang pms? Wanita memang suka marah-marah kalau sedang pms.
 
Aku memijat kepalaku, terlalu bingung, “ Tidak hyung, jangan sejauh itu. Paling dia pms. ”
 
Sunggyu hyung sialan itu menggeleng, “ Aku lebih berpengalaman. Kapan kau terakhir kali menghubunginya? ”
 
Aku mengingat-ngingat, terakhir aku menelfonnya ketika aku di bandara Jakarta, tadi pagi dia marah-marah lalu… “ Aku yang menelfon sih 3 atau 4 hari yang lalu, tapi dia masih menelfonku dan baik-baik saja kemarin waktu aku ulang tahun. ”
 
Dia menepuk jidatnya, “ Kalau aku jadi Jiyeon, aku akan langsung memutuskanmu. ”
 
Mendengar kata putus membuatku semakin merasa kesal. Kan aku sibuk interview untuk album baru kemarin dan aku yakin dia pasti tau kok. Sial, Park Jiyeon, aku masih belum mau putus!!
 
“ Memang apa salahnya? ” Tanyaku setengah ingin tahu setengah tidak lagi.
 
“ Seharusnya, kau sebagai laki-laki berusaha untuk menghubunginya setiap hari. Bahkan kalau bisa setiap jam. Atau kau bisa mengirimnya sms, jangan lupa makan ini itu. Dasar kau bodoh. ” Jawab sunggyu seperti ibu-ibu.
 
“ Tapi biasanya… ”
 
“ Itu makanya. Dia mau kau berubah dengan kesadaranmu sendiri. Tapi kau malah tidak sadar-sadar. Yasudah, terima saja. Toh, cewek gak cuma satukan? ”
 
Cewek emang bukan cuman satu. Tapi memang ada Park Jiyeon lain didunia ini? Tidak ada aku rasa, bahkan kalaupun ia memiliki kembaran tetap saja tidak sama.
Aku diam saja. Memikirkan hubungan kami yang akan berakhir begitu saja setelah nyaris setahun membuatku senewen. Kemarin ulang tahunku dia masih baik-baik saja, tapi kenapa dia malah marah-marah sekarang? Ingat padaku saja tidak. Yaa!! Akan kubunuh kau nanti, Park Jiyeon!!
 
“ Ah, sudahlah hyung. Lupakan saja. Kepalaku jadi berdenyut. ”
 
*****
Aku mengintip keluar jendela. Hari sudah mau malam. Seharian aku bermain psp dan itu membuatku sangat bosan. Infinite memang akan comeback dalam beberapa hari lagi. Tapi aku sudah lama menyelesaikan semuanya, foto teaser, video teaser. Aku hanya tinggal menunggu MV kami keluar dan tampil diacara musik.
 
“ YA! MYUNGSOO! MAU SAMPAI KAPAN KAU MALAS-MALASAN? BARANG-BARANG KITA MASIH ADA YANG BELUM RAPI! ”
 
Aku berdecak kesal. Perasaan sudah semua barang kami rapikan kemarin. Yeah, kami dorm baru, tau kan? Dorm kami yang baru menurutku sangat bagus. Aku menyukainya. Tapi aku belum sempat mengajak Jiyeon kesini dan memamerkan kamar baruku bersama sunggyu dan sungyeol hyung yang lebih bagus.
 
Jiyeon lagi. Jiyeon lagi.
 
Lebih baik aku keluar dari kamar untuk makan, mandi dan minum.
 
“ Barang apasih? ” Tanyaku.
 
“ Itu, bahan makanan yang ada diatas meja belum kita masukkan. ”
 
Aku memutar bola mataku, “ Yatuhan hyung kau bodoh sekali. Itukan baru dibeli. ”
 
Sunggyu menoleh dan menjauhkan ponselnya dari telinganya, “ Sebenarnya aku hanya ingin menyuruhmu makan. Oh ya, mereka mau pulang, kau mau titip sesuatu? ”
 
“ Apa saja yang penting bisa dimakan. ”
*****
Sudah pukul 9 malam lewat sekarang. Aku sudah mandi dan makan. Apa lagi ya? Astaga. Aku bosan sekali seharian ini. Mau pergi jalan juga malas, jiyeon tidak ada kabar.
 
Menyebalkan sekali.
 
Aku mengganti-ganti channel tv dengan bosan. Bahkan tidak ada acara yang menarik untuk ditonton. Aku melirik ponselku. Nyaris tidak ada bunyi pertanda panggilan masuk atau pun pesan singkat…
 
Hey.
 
Astaga!!! Akukan mematikannya tadi!! Kenapa aku sebodoh ini? Bagaimana aku bisa lupa? Bagaimana kalau jiyeon mencoba menghubungiku dan mau meminta maaf..
Cepat-cepat aku meraih ponselku yang masih tergeletak disofa dan menghidupkannya. Ayo..ayo..tidak bisakah dia hidup lebih cepat?
 
Ponselku bergetar. Sekali..dua kali..tiga kali..
Ada 3 pesan?
Dengan jantung serasa ingin lepas,aku membukanya. Yang pertama dari Bae suzy, kedua dari Son Naeun, ketiga dari… Nicole Jung,
 
Sialan banget.
 
Tidak satupun dari Jiyeon?
Aku melempar ponsel sialan itu lagi dan bersungut sendiri. Jadi dia tidak berusaha menghubungiku? Ck. Jangankan untuk membalas, untuk membuka ketiga pesan itu aku sangat malas rasanya. Sudahlah, tidak usah difikirkan. Lebih baik aku menonton saja.
 
Tapi.. tidak bisa.
 
Aku melirik ponselku lagi. Apa sih yang sedang jiyeon lakukan sekarang? Dia baru saja menyelesaikan tur 15 kotanya dan sampai ke korea tadi pagi. Apa dia kecapekan makanya dia marah-marah terus? Ah, aku tidak tahan. Tidak ada salahnya kan aku menelfonnya duluan?
 
Aku meraih ponselku lagi dan mencari kontak Jiyeon. Jantungku kembali tidak terkontrol sangking tidak sabarnya. Tapi untungnya di nada ke 2, telfonku sudah diangkat..
 
“ Hallo? ”
 
Bukan suara Jiyeon.
 
“ Hallo, siapa ini? Mana jiyeon? ” Tanyaku langsung.
 
“ Oh, eum…oppa, ini aku ahreum. Jiyeon eonnienya sedang eum…pergi.”
 
Jiyeon? Pergi? Semalam ini?
 
“ Hah? Pergi? Kemana? Sama siapa? ”
 
“ Itu…dia tadi dijemput oleh Jinwoon oppa, apa jiyeon eonnie tidak memberitahukannya pada oppa sebelumnya? ”
 
Sialan. Jinwoon? Si raksasa itu? Jadi jiyeon tidak menghubungiku seharian ini karena dia sedang pergi? Sial. Jiyeon, aku akan benar-benar membunuhmu……
 
Tarik nafas myungsoo, tenangkan dirimu…. Jangan lihatkan kau sedang cemburu atau apapun….
 
“ Oppa? ”
 
“ Ohya, eum..sejak kapan mereka pergi? ”
 
“ Sejak tadi siang oppa. ”
 
Bludarshjiwhzxzxsadnw..
 
Aku menarik nafas lebih dalam, “ Okey, thanks. ” Kataku dengan suara bergetar.
 
Sial. Aku cemburu. Bagaimana bisa Jiyeon pergi dengan si raksasa sedangkan dia memarahiku tanpa sebab tadi pagi? Ya tuhan ada apa denganmu, jiyeon?
Apa yang dikatakan sunggyu hyung itu benar? Kalau jiyeon sudah bosan denganku? Kalau begitu… kenapa rasanya aku sangat tidak rela seperti ini? Membayangkan aku harus melepaskannya bersama si raksasa..aku tidak rela.
 
Aku merindukannya. Ternyata seperti ini rasanya.
 
Ah tidak. Lebih baik aku tidur. Dia tidak boleh bersama lelaki manapun kecuali aku. Dia hanya milikku. Park Jiyeon itu milikku.
 
Jiyeon’s Side.
 
Aku tertawa sekeras-kerasnya. Ahreum menatapku dengan dahi berkerut. Bagaimana respon Myungsoo ya? Astaga. Aku benar-benar tidak tahan. Wajahnya pasti sedang benar-benar tidak enak dilihat.
 
“ Bagaimana reaksinya? ” Tanyaku antusias.
 
“ Suaranya bergetar eon. Dia marah besar. ”
 
Aku tertawa lagi hingga perutku benar-benar sakit. Haduh, aku tidak tahan. Perutku sakit sekali karena tertawa.
Aku berjalan menuju lemari dan mengambil kotak jam tangan yang sudah aku bungkus sejak jauh-jauh hari dan memasukkannya dalam tas tanganku.
 
“ Ayo bersiap-siap. Sudah jam 10 lewat. Jam 11 lewat kita akan pergi ke dorm baru Infinite. ” Teriakku bersemangat.
*****
Sudah jam 11 lewat 30 menit. Kami sudah bersiap-siap untuk berangkat ke dorm infinite yang agak jauh dari dorm kami. Kami semua turun menuju tempat parkir dan manager kami mulai menjalankan mobil.
Aku mengeluarkan ponselku dan menelfon sunggyu oppa.
 
“ Oppa? Bagaimana Myungsoo? ”
 
“ Hahaha. Dia lucu sekali. Rencana kita berhasil. Dan tadi kau bilang apa? Dengan jinwoon? Mukanya berubah seperti monster. Astaga.. ”
 
Aku kembali tertawa. “ Dimana dia sekarang? Kami akan kesana. Jangan sampai dia tahu..”
 
Sunggyu oppa menggumam, “ Tenang saja. Dia sudah tidur. Kami semua sudah siap-siap, kami akan menunggu kalian. ”
 
Akupun memutus sambungan telfon dan tersenyum puas. Jujur saja, aku merasa bersalah saat kemarin tidak bisa merayakan ulang tahunnya secara langsung. Tapi mau bagaimana? Aku mau-mau saja sih pulang duluan, tapi apa kata orang-orang nanti?
Aku menatap kekursi belakang. “ KITA BERHASIL!! DAN BORAM EONNIE, AKU MOHON KAU JANGAN TIDUR DULU!! ”
 
Hyomin eonnie mengibaskan tangannya, “ Aku tahu ini pasti akan berhasil, tapi aku tetap saja merasa tenang. Setidaknya aku tidak perlu mendengarmu uring-uringan lagi. ”
 
Aku tertawa mendengar ocehannya. Mereka semua ribut dibelakang, entah apa yang mereka ributkan, akupun tidak mengerti, yang terbayang padaku hanya bagaimana ekspresi Myungsoo nantinya. Apa dia akan marah padaku? Sepertinya sih begitu.. tapi yasudahlah, dia kan tidak bisa marah lama-lama.
 
Kamipun sampai di dorm Infinite yang baru. Manager kami membuka kaca jendela dan aku pun ikut menampakkan mukaku yang sumringah kepada satpam yang menjaga apartement mewah mereka ini. Infinite memang suka pindah-pindah dorm karena sasaeng fans mereka yang agak keterlaluan—Myungsoo pernah mengomel panjang lebar seperti ibu-ibu karena sasaeng fans mereka padaku—dan aku dengar-dengar beritanya, apartement ini penjagaannya sangat ketat.
Setelah dibolehkan masuk, kami pun mencari tempat parkir yang aman. Aku menatap kue yang aku pangku saat ini. Kue ini sudah susah-susah aku buat seharian ini. Awalnya gagal, sama sekali tidak berbentuk dan tidak pantas dimakan dan kue kedua ini lebih lumayan enak dilihat. Malah menurutku sudah cukup cantik kok. Boram eonnie sudah sangat berbaik hati dan sabar mengajarkanku caranya.
Aku turun dengan hati-hati agar kue ini tidak terjatuh ataupun rusak. Setelah itu kami masuk melalui pintu yang ada di basement. Baru saja satu langkah masuk, kami sudah dapat melihat isi dalamnya yang megah dan seperti orang kampung, Eunjung eonnie malah berkata, “ Aigoo, bagusnya. Ayo kita pindah kesini… ”
Dan aku hanya menggelengkan kepalaku. Untung suaranya pelan, kalau dia berteriak seperti biasanya, demi tuhan aku akan berlari menjauh darinya dan menganggapnya orang asing.
 
Aku menoleh ke kanan dan mataku bertemu dengan BIGBANG G-Dragon. Aku menundukkan badanku memberi hormat lalu berlari kecil menuju lift. Ia hanya tersenyum dan menatapku heran. Tentu saja. Siapa yang mau aku temui malam-malam begini di apartementnya?
Setelah sampai di lantai dorm infinite, kami semua berlari dengan gaduh menuju pintu—aku bahkan menarik tubuh mereka satu-satu agar mereka berhenti berlari dan tidak membuat penghuni dilantai bawah berbondong-bondong menghajar kami.
Soyeon eonnie memencet bel dan dalam waktu 3 detik, pintu sudah dibuka oleh Sunggyu oppa. Ia mempersilahkan kami masuk dan kami masuk beramai-ramai yang lagi-lagi-seperti-orang-kampung. Aku memperhatikan isi dalam apartement mereka. Bagus sekali, ini terlalu mewah untuk ukuran sebuah dorm.
Ji-hyun eonnie membagi-bagikan peralatan pesta yang sudah aku beli bersama Eunjung eonnie tadi siang. Setelah semua bersiap-siap, kami masuk kedalam kamar Myungsoo yang besar dengan mengendap-ngendap. Aku berdiri tepat disamping ia tidur.
Aku menatap wajahnya yang sangat polos ketika tidur. Astaga. Aku ternyata merindukannya.
 
“ Sudah siap? ” aku mendengar sunggyu oppa yang berbisik dibelakangku, “ 1…2..3 ”
 
“ SELAMAT ULANG TAHUN KE 22 KIM MYUNGSOO!! ” teriak kami semua.
 
Astaga. Aku bersumpah, pemilik apartement dibawah kami pasti bisa mendengar suara gaduh dari kami—hey tapi ini kan apartement elite, pasti ruangan ini kedap suara. Kenapa aku jadi bodoh?— Teriakan mereka benar-benar besar. Aku bahkan tidak menyangka mereka sesemangat ini.
Myungsoo tersentak dari tidurnya dan langsung duduk. Hyomin eonnie dengan jahilnya langsung memfoto muka Myungsoo yang masih kaget. Ia menunjukkan fotonya denganku. Aku tertawa keras. Tampangnya benar-benar bodoh.
 
“ Yatuhan, kalian menganggu tidurku… ”
 
Kami semua tertawa, sunggyu oppa maju dan menepuk pundak Myungsoo, “ Jangan fikirkan kata-kataku tadi. Itu hanya bagian dari rencana. ” Myungsoo hanya menatap Sunggyu oppa dengan kesal.
 
Memang apa yang dikatakan sunggyu? Aku harus bertanya pada Myungsoo nanti.
 
“ Selamat ulangtahun, Myungsoo. Maaf aku baru bisa merayakannya sekarang, ya? ” Tanya ku dengan senyum mengembang, ia menatapku, sepertinya masih kesal, “ Ayo, ucapkan harapanmu lalu tiup lilinnya. ”
 
Myungsoo memejamkan matanya lalu meniup lilin. Kami semua bersorak dan bertepuk tangan untuknya. Hyomin eonnie bahkan sudah mengambil beberapa foto sejak tadi.
 
“ Potong kuenya, hyung!! ” Teriak Sungjong dari belakang.
 
Myungsoo—yang aku yakin nyawanya masih belum terkumpul sempurna—mengambil pisau lalu menatapku, “ Rasanya aku ingin melempar ini padamu. Kau menyebalkan. ”
 
Aku tertawa, “ Pisau itu tidak cukup tajam untuk merusak wajahku yang terlalu cantik, ”
 
Ia hanya bersungut sendiri. Wajar sih dia marah padaku hari ini, kata-kataku memang sedikit karas. Tidak, memang kasar sih. Sudahlah aku kan cuma bercanda.
Ia memotong kuenya dan dengan bantuan Sunggyu oppa, kemudian memindahkannya kedalam piring kecil.
 
“ Buka mulutmu, ” Perintahnya.
 
“ Tidak aku dulu? ” Tanya Sunggyu oppa.
 
Aku tertawa kecil. Myungsoo meliriknya sinis, membuatku semakin tertawa karena melihat Sunggyu oppa yang manyun seperti bebek.
Myungsoo menatapku dan mengarahkan sendoknya kemulutku. Dan ternyata rasanya tidak buruk. Sekarang giliranku menyendokkan kue itu ke myungsoo.
Dengan sengaja, aku menaruh banyak krim di sendoknya lalu menyodorkannya ke mulut Myungsoo. Membuat di sudut-sudut bibir Myungsoo kotor. Kurasa dia tidak menyadarinya.
 
“ Kau yang membuat kue ini? ” Tanyanya.
 
Aku mengangguk, “ Tidak enak? ”
 
Ia menggeleng, “ Rasanya aneh. ”
 
Aku memukul kepalanya dengan keras. Membuatnya mengaduh kesakitan. Dasar. Tidak bisakah ia menghargai buatanku?
 
“ Sini aku coba, ” Pinta Sungyeol oppa.
 
“ Aku juga mau! ”
 
“ Ayo bawa keluar! ” Perintah Sunggyu oppa yang aku rasa tidak mau kamarnya semakin kotor.
 
Boram eonnie membawa kuenya keluar dan semuanya meninggalkan kami berdua dikamar. Aku duduk di sofa kamar Myungsoo sambil melihat hasil foto Hyomin eonnie. Ya tuhan. Tampang myungsoo terlihat aneh. Aku tidak kuat melihatnya. Rasanya aku ingin sekali mengupload foto ini ke twitter dan melihat respon para fans myungsoo. Pasti mereka jadi ilfeel. Tapi tidak mungkin, kan?
 
“ Aku mau lihat, ” Kata Myungsoo yang tiba-tiba duduk disampingku.
 
Dengan jahil, aku menzoom kameranya dan mengambil foto tepat dimukanya. Aku tertawa keras.  Tampangnya seperti orang bodoh. Ia menarik kameraku dan melihatnya.
 
Aku menatapnya, mukanya terlihat shock, “ Hapus foto ini!! ”
 
Aku merampasnya balik, “ Tidak akan. Biar saja, ini jadi kenang-kenangan oke? ”
 
Ia hanya menghela nafas pasrah. Aku tertawa kecil.
 
“ Ayo kita foto bersama, ” Katanya tiba-tiba.
 
Myungsoo mengambil kameranya dan megarahkannya pada kami berdua. Sudah 5 kali ia mengambil fotonya dan sebanyak itu pula kami memasang wajah-wajah aneh. Pertamanya sih hanya senyum saja, lalu yang kedua ketiga. Ekspresiku sudah tidak karuan.
 
Tiba-tiba aku merasakan sebuah lengan merangkul pundakku dan sesuatu yang lembut menyentuh pipiku, membuatku tidak tahu harus berekspresi seperti apa. “ 1..2..3.. ”
 
Blush.
 
Myungsoo mencium pipiku. Ini pertama kalinya dia menciumku. Sungguh. Rasanya seperti… astaga, mulutku bahkan tidak bisa terbuka lagi. Aku harus berkata apa? Wajah dan telingaku bahkan menjadi panas.
 
“ Foto terakhir yang paling bagus. Lihat wajahmu, ya ampun merah sekali. ”
 
Aku menatapnya nanar lalu merampas kameranya. Aku melihat foto yang ia maksud. Wajahku lebih merah dari yang bisa aku bayangkan. Astaga. Ini sangat memalukan.
Ia tertawa sekeras-kerasnya. Aku memukul bahunya.
 
“ Kenapa kau tiba-tiba seperti ini? ” Tanyaku kesal.
 
Dia mengangkat bahunya, “ Memang aku salah apa? Kenapa kau marah-marah? Aku kan hanya mencium pipimu. ”
 
Aku mengibaskan tanganku kesal, “ Sudah sudah, jangan dibahas. ”
 
Dia tertawa lagi. Membuatku ingin mencincangnya saat ini juga. Menyebalkan!!
 
“ Oh, ya. Sunggyu oppa bilang apa? ”
 
Dia berhenti tertawa, lalu berdeham, “ Tidak ada. ”
 
Aku menatapnya galak, “ Ayo katakan!! ”
 
Ia menggelenggkan kepalanya lalu menyandar pada sandaran sofa, “ Tidak mau. ”
 
“ Pelit sekali sih. ”
 
Dia terkekeh lalu tiba-tiba Myungsoo menatapku dengan wajah serius. Membuatku bergidik. Apa yang sedang ia fikirkan? Ia ingin mengerjaiku lagi? Aku memasang tampang was-was. “ Apa? ”
 
Dia menggeleng, “ Kau tahu? Kata-kata sunggyu hyung membuatku sadar dengan sesuatu.. ”
 
Mataku menyipit penasaran, “ Apa? ”
 
Dia menatapku lagi. Lalu menggeleng, “ Aku sadar. Ternyata aku menyukaimu. ”
 
Aku terdiam. Dia sangat mengejutkan malam ini. Dia menciumku lalu..dia bilang apa? Dia menyukaiku? Ya tuhan. Apa yang lebih baik dari malam ini?
 
Sudah hampir setahun kami pacaran karena perjodohan itu. Sudah hampir setahun tapi ini pertama kalinya ia mengatakan aku menyukaimu. Apa yang lebih baik dari kenyataan bahwa sudah hampir setahun perasaanku bertepuk sebelah tangan, tapi ternyata akhirnya ia membalas perasaanku. Demi tuhan, aku tidak bisa berkata apapun sangking senangnya.
 
“ Kenapa kau? Tidak apa-apa kalau kau tidak mencintaiku. Tapi kau lihat saja, aku akan membuatmu menyukaiku lebih daripada kau menyukai si raksasa itu? ”
 
Si raksasa? Mendadak rasanya aku ingin tertawa sekeras-kerasnya tapi aku tidak ingin merusak suasana, jadi dengan susah payah aku bertanya, “ Raksasa? ”
 
“ Ya, si Jinwoon itu. ”
 
Aku berusaha menahan tawaku tapi tidak bisa. Akhirnya tawaku lepas. Jinwoon dia bilang apa? Raksasa? Astaga. Dia menatapku kesal. Aku berdehem, berusaha untuk menghentikan tawaku.
 
“ Tubuh dia terlalu besar. Jadi aku menyebutnya raksasa. ” Kata Myungsoo.
 
Aku menggelengkan kepalaku, berusaha untuk tidak tertawa lagi. Dia terlalu jujur.
 
“ Tidak, tidak. Tenang saja. Aku tidak menyukai Jinwoon. ”
 
“ Lalu kau menyukai siapa? Si justin bieber korea? ”
 
Aku menggeleng lagi, “ Aku menyukaimu. ”
*****
kelamaan gak updatenya? huee makin aneh ya? maaf T.T ff ini aku usahain buat sama dengan jadwal mereka masing-masing jadi agak susah. maaf juga kalau aku banyak typo, harap maklum ya T.T

41 thoughts on “Behind The Scene Of Myungyeon (Chapter 2)

  1. Mwoya? Justin bieber korea? Hahahahahah so sweet..
    Akhirnya myungsoo sadar juga kalau menyukai jiyeon yeeeeee ↖(^▽^)↗

  2. hahahahaha
    lucy banget dech
    aq penasaran ama foto myungsoo dgn tmpang bodoh
    hahahaha
    hhhmmm
    justin bieber korea spa ???

    next part min

    • penasaran ya? aku juga, tapi biar aja deh itu jadi rahasia mereka *eh. justin bieber korea maksudnya JB, aku bingung mau kasih julukan apa, jadi gitu deh. next part aku usahain deh ya, makasi udah comment^^

  3. KYaaa!!!! Daebakkk!! hahahaha….
    aigooo myungsoo benaran labil… ia kesal marah sama jiyeon kemudian ia bingung sendiri sama jiyeon.. kemudian di merindukan jiyeon..kemudian ia bertekad membuat jiyeon untuk lebih menyukainya…kemudian yah, ia sadar ia sudah benar2 menyukai jiyeon.. kkkk~ keren!!!!
    aigoo moment myungyeon benaran lucuuu hahaha..
    sunggyu hyung hebat! meski kata2nya akal2 an tapi berefek dalem buat myungsoo! hahaha
    ditunggu chapt. selanjutnya thor^^

    • Iya nih, aku emang sengaja buat myungsoo jadi labil karena cintaXD sunggyu kan emang gitu, kadang omongannya emang suka dalem haha. Chapter selanjutnya aku usahainnya, tapi mungkin agak lama setelah aku un^^

  4. uwouwoo… myungsoo cemburu, gara-gara pacarnya deket ama raksasa… -_-
    makanya, jadi cowo jangan terlalu jaim, myung…
    tapi akhirnya, udah berani bilang suka… ya lumayanlah… (?)

    hahaha udah aku ga tau mau ngomong apa lagi… tapi ffnya tetep kereen😀
    lanjut ya thor😀

  5. Yeah… FF ini semakin bagus!!!
    Feelnya dapet, alurnya jelas, kata2nya bagus…dan yang paling penting adalah FF ini sukses bikin aku ngakak malam-malam gini *liat kiri-kanan*😄

    Fighting yah author! Lanjut ke part 3😀

  6. Hahaha,sungyu yah kata2 bijakmu ke myungsoo membuat ku tertawa sdh gitu myungsoo percaya lagi hampir gila dia,wkwkwk. Rencana mrk berhasil😀

  7. lucu deh critanya..
    ada” aja myungsoo ini masak y raksasa ma jb korea
    ckckckckc……(geleng kepala)
    sumpah deh jd penasaran ma muka myungsoo yg lg bangun tidur
    kekekekekek….
    lanjut thor!!!!!!!!!!!!

  8. huwaa.. sweet bget.
    udah suka sama suka nih,
    tpi bneran ada orang ke3 dong, authornim, biar seru, tpi yg cowok aja,
    terus moment myungyeon ditambahin banyak skin ship.nya dong…
    oke, ke chap selanjutnya dulu
    *keep writing and fighting*

  9. Cieeee yg dpt surprise dr jiyeon
    Wkwkwkwk ikutan seneng deh baca nya
    Myungsoo klo uring2an lucu juga
    Dan semua perkataan sunggyu kyk nya jleb bgt tuh buat myungsoo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s