Behind The Scene Of Myungyeon (Chapter 3)

Tittle : Behind The Scene Of Myungyeon

Main Cast :

  • Park Jiyeon
  • Kim Myungsoo

Genre : Romance, Humor

Type : Chaptered

Jiyeon’s side

Aku duduk menyandar pada kaca ruang latihan sambil meluruskan kakiku. Agak lelah seharian ini karena aku harus berlatih untuk album baru subgroup kami dari pagi sekali sampai sore, aku bingung untuk apa subgroup? Mengikuti trend yang ada? Kenapa mereka tidak lebih kreatif sedikit? Menambah bebanku saja.

Sebenarnya latihan kami belum usai. Member lain masih latihan untuk lagu Bunny Style, kecuali aku tentunya. Aku tidak terlalu suka dengan konsep Bunny Style sejujurnya. Aku lebih suka jika disuruh main pedang-pedangan seperti di Sexy Love atau Lovey Dovey. Lebih keren dan lebih berkelas. Lagipula tidak apa-apalah sekali ini bolos latihan, toh pelatih kami sedang tidak ada, kudengar ia sedang sakit, jadi tidak akan ada yang mengomel kalau aku malas latihan.

Jadi aku mengambil laptop yang sengaja aku bawa tadi. Melihat member lain latihan membuatku bosan, lebih baik aku melihat MV Infinite yang baru. Myungsoo.. dia manis sekali disana. Tatapannya seperti benar-benar jatuh cinta. Aku benar kan? Eunjung eonnie saja bilang begitu. Tapi aku benci melihat tampangnya saat dia duduk sendiri lalu melihat kesekitarnya dan ada banyak orang pacaran. Dia seperti orang idiot.

Setelah memutarnya lebih dari 5 kali, aku mengganti alamat web yang aku kunjung. Aku ingin melihat berita-berita baru saja, bosan juga melihat muka myungsoo lama-lama.

Aku menscroll kebawah. Ada berita apa saja ya hem…oh, Hara-Junhyung putus? Sudah kuduga, mereka harusnya sudah putus sejak kemarin-kemarin. Menurutku mereka tidak cocok. Bukan apa-apa ya, mereka tidak pernah terlihat dekat sebelumnya tiba-tiba saja sudah ada berita mereka berpacaran, bukannya aneh? Aku menggelengkan kepalaku, bingung. Enaknya kalau aku mengajak Hyomin eonnie untuk gossip hal seperti ini, tapi dia malah sedang latihan. Menyebalkan. Eh tunggu…coba lihat apa penyebabnya, oh, alasan klasik. Mereka berdua sedang sibuk, jadi jarang berkomunikasi dan putus. Itu memang selalu menjadi alasan kalau sesama artis pacaran. Aku saja terakhir ditelfon Myungsoo sudah seabad yang lalu gak putus-putus tuh.

Eh.

Kalau aku putus dengan Myungsoo karena jarang berkomunikasi juga bagaimana ya? Apa bagusnya aku telfon dia saja? Soalnya, terakhir kami komunikasi sudah sekitar hampir 1 minggu yang lalu. Habisnya, dia sedang sibuk promosi Man In Love dan aku sendiri sibuk persiapan comeback subgroup.

Yasudahlah, sekali-sekali nelfon duluan kan gak masalah.

Aku meraih ponselku dan mencari kontak Myungsoo. Setelah 3 nada monoton terdengar akhirnya Myungsoo mengangkat telfonku.

“ Hal.. ”

“ Kenapa ji? Sebentar lagi ada interview di backstage. Nanti malam aku telfon, okey? Bye. ”

Mulutku terbuka untuk mengatakan sesuatu namun aku tutup lagi. Setelah itu terdengar bunyi sambungan dimatikan. Okey. Sudah ku bilangkan dia sibuk?

Jujur saja. Aku tidak suka masa-masa comeback seperti ini. Apalagi kalau kami comeback dalam waktu bersamaan. Menyebalkan. aku rasa perusahaan sengaja melakukan ini. Who knows, kan?

Astaga, aku ingin melihat mukanya sekarang.

“ Pacarnya lagi sibuk ya, mbak? Kesepian ya? Merasa jomblo ya? ”

Aku menoleh ke kiri. Eunjung eonnie sudah duduk disebelahku dengan tampang seperti ingin aku tonjok. Aku mendengus lalu mengalihkan pandanganku darinya, berusaha untuk tidak mengacuhkannya.

Dasar tidak berguna.

Aku sedang kesal seperti ini dia malah ngajak ribut. Astaga, aku benar-benar kesal. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Harusnya aku mengerti kalau Myungsoo sedang sibuk. Tapi…tetap saja. Perasaanku masih saja egois. Aku ingin melihatnya sekarang juga tanpa ingin mengerti kalau dia sedang sibuk.

“ Kau sudah melihat MV K.Will yang baru? ” Tanyanya tiba-tiba.

Aku menggeleng, untuk apa? Aku sedang tidak mood melihat muka siapapun.

“ Myungsoo tampan sekali loh disana. ” Lanjutnya.

Aku tersentak lalu menoleh kearahnya yang sudah menaikkan alisnya. Oh ya, Myungsoo pernah bilang dia mau syuting MV. Tapi aku lupa bertanya syuting MV apa.

Cepat-cepat aku menarik laptopku lagi dan membuka situs youtube. Setelah mendapatkan judulnya, aku mengklik judul tersebut dan menunggu buffering sebentar. Eunjung eonnie merapatkan duduknya dan ikut melihat layar laptop.

Eh, ada perempuan?

“ Siapa perempuan itu, eon? ” Tanyaku.

“ Lihat sajalah.. ”

Astaga. Bagaimana ini? bagaimana kalau di MV itu ada adegan dimana Myungsoo mencium gadis itu? Memikirkan hal itu saja membuatku terbayang-bayang dengan MV 60 second—aku ingat setelah itu aku mengomeli sunggyu oppa karena kenapa harus ada Myungsoo didalamnya.

Oke, sebut aku cemburuan. Sebut aku posesif. Terserah saja.

Tapi aku tetap saja tidak menyukainya dengan perempuan lain, siapa saja. Tidak perduli temanku atau bukan. Karena aku merasa, banyak idol wanita lain yang mengincarnya dan itu membuatku sangat, sangat, sangat kesal. Oke, mungkin itu hanya perasaanku. Tapi aku tetap tidak perduli. Aku tidak suka.

Myungsoo sialan.

Kenapa dia tidak mengatakan ini padaku? Lihat saja nanti, aku akan membalasnya.

Detik pertama aku membukanya ada gambar arena kincir angin. Okey, temanya pasti tema-tema lembut atau sebagainya. Yah, baguslah. Lalu ada bagian dimana Myungsoo keluar dari mobil dengan setelan jas. Dia jadi apa si..oh, dia membukakan pintu untuk orang-orang tua. Aneh. Tampangnya terlihat bodoh, sangat tidak cocok. Ah, ada cewek berkacamata. Dia yang akan menjadi pasangan Myungsoo? Astaga. Kenapa tidak pilih aku saja? Eh oh, bukan. Pasti wanita yang mirip Cleopatra itu!—okey, aku emang pernah memakai model rambut seperti itu, tapi aku terlihat cantikkan? Dia terlihat seperti reinkarnasi Cleopatra, sungguh—lalu myungsoo membawa semua tas-tas mereka. Tampang Myungsoo benar-benar seperti manusia tolol.

Lalu…ya! Kenapa wanita berkacamata aneh itu menyentuh pipi myungsoo seenaknya?! Ingin aku bunuh, hah?! Aku berdecak kesal. Tapi myungsoo terlihat keren saat meniup poninya, ya kan?

“ Baru itu saja kau sudah marah, lihat nanti. ” Kata eunjung eonnie sambil tetap focus kelayar laptop.

Aku kembali menatap layar dengan penasaran. Rasanya bagian-bagian ini membosankan. Hanya menunjukkan tampang myungsoo yang seperti orang tolol. Hingga akhirnya myungsoo bertatapan dengan gadis Cleopatra.

Astaga, ini norak. Amat sangat norak.

Bunga sakura berjatuhan. Es krim mereka meleleh. Mulut Myungsoo yang terbuka lebar dan matanya yang membesar seperti sedang melihat hantu teraneh sepanjang sejarah—oke bukan—seperti melihat dewi yang baru turun dari surga.

Boleh aku menghajar wajah tampannya? Ekspresinya membuatku muak.

Lalu mereka berjalan mendekat. Aku menahan nafasku, aku bahkan berusaha agar mataku tidak berkedip agar aku bisa melihat semuanya walaupun aku tidak sanggup. Myungsoo menggaruk kepalanya seperti salah tingkah lalu mereka tertawa bersama.

Menjijikkan. Aku benci ini. memang ada yang lucu hingga mereka tertawa?

Lalu mereka berdiri berdua, tertawa bersama dibawah pohon-pohon yang berjatuhan—maksudku daun—dan demituhan! Gadis Cleopatra, kenapa kau menyentuh rambut myungsoo?! Kutuk aku jadi ular sekarang agar aku bisa menginggit tangan Cleopatra itu dan membuatnya mati.

Oke, itu mustahil.

Setelah itu, ada bagian dimana Myungsoo mengacak rambut wanita itu… ini sangat menyakitkan. Dia bahkan mengacak rambutku, yang jelas-jelas pacarnya dengan ekspresi seperti setan dan mengacaknya hingga tidak berbentuk. Tapi dengan si dasom—kalau aku tidak salah, kasihan juga dia aku samakan dengan cleopatra—dia mengacaknya penuh cinta.

Sialan. Rasanya aku ingin mematikan laptop ini sebelum aku berubah fikiran dan malah membantingnya.

Aku mengulurkan tanganku tapi Eunjung eonnie malah menepisnya, “ Jangan. Sebentar lagi habis, nanggungkan. ”

Aku berdecak kesal. Inikan laptopku!!

Aku menoleh lagi ke layar. Dan tepat saat itu, aku melihat Myungsoo menggendong gadis itu dibelakang punggungnya lalu berubah menjadi mereka berlarian bersama sambil bergandengan tangan seperti pasangan paling bahagia sedunia.

Dan tamat.

Aku menghela nafasku, lega. Dan kesal, sangat. Kalau tahu seperti ini, lebih baik aku tidak usah menontonnya. Tapi aku memang penasaran awalnya, jujur saja.

“ Ayo kembali ke dorm, latihan sudah selesai. Hari sudah malam. ” Boram eonnie memberikan aba-aba.

Aku berdiri dengan wajah kusut sambil menenteng laptop tadi. Bahkan untuk jalanpun aku rasanya malas. Myungsoo menyebalkan. sudah tidak mengangkat telfonku—oke, dia sibuk, aku mengerti—dan dia tidak mengatakan padaku kalau dia syuting dengan seorang wanita.

Aku cemburu.

Oke, aku emang keterlaluan. Selalu saja setiap dia bersama wanita lain, aku jadi begini. Padahal seharusnya aku sudah memaklumi hal itu. Dia memang tidak pernah mengatakan padaku kalau dia cemburu secara langsung—aku ingat dia pernah bilang saat di sebuah reality show kalau dia menyukai seorang wanita, dia akan menjadi overprotective—dia tidak pernah marah besar secara langsung padaku kalau aku terlalu dekat dengan lak-laki lain.

Ah, sudahlah. Terserah saja. Aku muak.

Myungsoo’s Side

Aku menatap wallpaper ponselku. Sial, rasanya aku ingin berlari sekarang ke dorm T-ARA dan mendobrak pintu kamar Jiyeon untuk melihatnya.

Tapi, aku tidak bisa. Tentu saja.

Aku berjalan menuju mobil kami, mengikuti member lainnya. Hari sudah malam sekarang dan kami baru saja pulang dari jepang setelah konser Hawks Kpop Day. Aku menjadi berkali-kali lipat lebih sibuk semenjak album kami rilis. Dan hal ini membuat aku lebih susah untuk menghubunginya.

“ Mukamu jangan kusut begitu, fotomu akan menyebar besok pagi. ”

Aku menoleh, Hoya hyung berjalan disampingku sambil memegang ponselnya. Dia benar juga. Tapi kan aku memang jangan tersenyum. Ayolah, INFINITE L terkenal dengan ‘dingin’nya.

“ Wajahku memang selalu datar, kan? ”

Dia menggeleng lalu menatapku, masih sambil berjalan, “ Datar. Bukan seperti sedang menampung dosa seluruh umat di dunia. ”

Apa wajahku terlihat separah itu? Kurasa tidak. Dia saja yang berlebihan. Aku hanya sedang berfikir sedikit, tidak mungkin wajahku malah terlihat seperti menampung dosa seluruh manusia didunia.

Aku memperbesar langkahku agar aku lebih cepat memasuki mobil. Setelah masuk dalam mobil, aku mencari kontak Jiyeon dan menekan tombol hijau.

“ Ya? ” Tanyanya.

Aku terdiam. Mendengar suaranya membuatku semakin ingin untuk berlari ke dormnya. Kenapa aku malah menjadi cowok dramatis belakangan ini?

“ Tidak ada yang penting? Aku mengantuk. Jangan telfon lagi. ”

Aku terkejut dengan nada dinginnya, “ Ya! Kau.. ”

Tit. Telfon dimatikan sepihak olehnya.

Dia kenapa sih? Suaranya tidak seperti dia sedang mengantuk. Apa dia kesal karena aku mematikan telfon tadi? Tapi kan aku menepati janjiku untuk menelfonnya lagi.

Ya tuhan. Dia kenapa lagi sih? Ulang tahunku kan sudah selesai.

Aku terdiam. Dia tidak mungkin marah karena aku sibuk. Aku yakin dia mengerti. Lalu dia kenapa? Apa aku ada salah? Aku rasa tidak.

*****

Aku melirik jam di ponselku. Sudah jam 9 lewat sekarang tapi rasanya aku masih belum bisa tertidur padahal aku harus istirahat lebih awal karena besok ada jadwal pagi-pagi sekali.

Sejak perjalanan pulang tadi aku berfikir kenapa jiyeon marah, tapi tetap saja. Aku tidak menemukan jawabannya.

Oke, aku memang bodoh dalam hal ini. Aku memang bukan laki-laki yang peka.

Jadi seharusnya dia mengertikan? Harusnya dia katakan langsung padaku apa salahku. Tapi tentu saja itu tidak mungkin. Wanita tidak seperti itu, kan? Aih. Aku benci dengan otakku, kenapa dia tidak memberikan ide sedikitpun?

Aku mencari kontak Hyomin noona. Mungkin dia tau sesuatu yang terjadi dengannya.

“ L? ada apa? ”

Aku terdiam sebentar, memikirkan kalimat apa yang harus aku tanyakan untuk basa-basi. Ah, tidak perlu. Otakku memerintahkan untuk langsung to the point saja, “ Noona, kau tau jiyeon kenapa? ”

“ Hem, ” dia bergumam, “ Tidak. Dia mengacuhkanmu? ”

Aku mengangguk, kemudian aku sadar kalau dia pasti tidak melihatnya, jadi aku melanjutkannya dengan kalimat, “ Ya, begitulah. ”

“ Dia juga begitu pada kami semua. Aku tidak tau apa penyebabnya. Saat aku tanya, dia hanya menggeleng. Kalian sedang bertengkar? ”

Aku menggaruk kepalaku, bingung, “ Tidak, kami tidak bertengkar. Dimana dia sekarang? ”

“ Dia dikamar. Kurasa dia memaksakan diri untuk tidur. Kau ingin menyampaikan sesuatu? ”

“ Ah, tidak usah, noona. Maaf menelfonmu malam-malam. ”

“ Oke, tidak masalah. ”

Aku memutuskan sambungan telfon setelah mengucapkan selamat malam. Oke. Coba aku fikirkan sekarang. Dia tidak mungkin kesal tiba-tiba, pasti ada sesuatu. Tapi sesuatu itu apa? Ayolah ayolah. Kenapa otakku sebuntu ini?!

“ Hoy, cepat tidur. Besok kita harus pemotretan 1st look. ”

Aku menoleh kebalakang, Woohyun hyung sudah berdiri sambil melipat tangannya. Aku mengangguk tanpa menjawab. Rasanya aku malas untuk berbicara. Untuk berjalan saja rasanya aku malas, aku lebih ingin merangkak. Tapi aku masih punya cukup akal untuk berjalan daripada merangkak.

*****

Aku menatap ponselku dengan tatapan kosong. Sekarang sudah pagi, sebentar lagi pemotretan untuk 1st look akan dimulai. Tapi dia masih saja mereject telfonku dan mengabaikan semua pesanku.

Demituhan. Aku salah apa?

Aku berfikir keras. Aku merasa tidak memiliki kesalahan apapun. Kalaupun aku ada salah, Jiyeon tidak mungkin tega melihat pesan-pesanku terabaikan begitu saja. Kalau dia sudah begini, aku yakin salahku pasti besar.

Tapi. Biar aku ulang sekali lagi. AKU TIDAK MERASA ADA YANG SALAH.

“ Myungsoo, kenapa kau melamun? Sebentar lagi syuting untuk CF-nya akan dimulai.”

Aku melempar kertas yang berisi tema pemotretan kami. Tentang sepak bola. Aku ragu aku bisa melakukannya dengan baik atau tidak dengan fikiran yang tidak tenang seperti ini.

Setelah mendengar aba-aba untuk mulai, kami bertiga—aku, Hoya hyung, Woohyun hyung—berjalan dengan posisi aku ditengah. Seingatku, kami disuruh untuk memasang wajah sedingin mungkin. Lalu bola mulai digilir, aku mendapat giliran menendang bolanya dengan lututku. Tapi sialnya bola itu tidak jatuh tepat di lututku.

“ CUT! L, fokus! Matamu harus mengikuti arah bola! Bagaimana bisa kau menendang bola dengan lututmu jika matamu kearah yang lain? ”

Aku hanya mengangguk, sementara yang lain hanya menatapku bingung. Aku menghela nafasku. Tidak bisa seperti ini. aku harus melakukan sesuatu. Tapi apa yang bisa aku lakukan sekarang?

Jiyeon’s Side

Aku baru saja keluar dari dorm untuk pergi ke ruang latihan. Hari ini masih sama seperti kemarin, kami akan seharian full untuk latihan subgroup baru. Membosankan.

Aku menatap ponselku. Semua pesan masuk dari Myungsoo kuabaikan, telfonnya juga tidak aku angkat. Terserahlah. Aku malas. Biarkan saja dia dengan kesibukannya itu. Mengingat dia saja membuatku jadi terbayang lagi dengan wajah tololnya saat melihat gadis itu.

Iya aku tahu itu hanya acting. Tapi kan… bagaimana ya?

Ah sudahlah. Pokoknya dia salah. Myungsoo salah!! Kenapa dia tidak mengatakan padaku kalau dia akan syuting bersama perempuan. Dulu saja, waktu aku syuting CF dengan lawan main laki-laki, dia marah—dia marah padaku karena tidak mengatakan kalau aku akan syuting sama laki-laki, dia tidak marah dengan beberapa skinship atau apapun itu, menyebalkan.

Ponselku bergetar lagi. Sebuah pesan masuk dari Woohyun oppa.

“ Kalian ada masalah? Ayolah balas pesan Myungsoo. Dia sangat menyebalkan. kerjaannya marah-marah dan gara-gara dia kami harus berulang-ulang kali salah. Balas singkat saja, oke? ”

Aku mengerutkan dahiku bingung. Segitunya? Setahuku Myungsoo orang yang professional. Mana mungkin hanya karena aku tidak membalas pesannya dia jadi tidak focus.

Atau aku sms saja ya?

Akupun mengetikkan kalimat pendek dan mengirimkannya untuk Myungsoo. Semoga saja dengan kalimat itu cukup. Yah, tapi aku masih sangat-sangat kesal. Aku benci Myungsoooo!!!!!! Aku benci wanita Cleopatra ituu!!!!!

*****

terlalu pendek ya? maaf juga part ini agak gak jelas. Infinite bener-bener sibuk banget jadi aku bingung kapan L bisa ngehubungi jiyeon>.< selain itu otak aku juga lagi buntu hehe. happy reading^^

35 thoughts on “Behind The Scene Of Myungyeon (Chapter 3)

  1. pendek iya.. Panjangin next nya yaa?? Jebaaal…

    Hahah suka kog ff nya, haha tapi lucu setiap jiyeon blg “wajah tololnya..” wkwkwkkw
    itu buat ngakak.. Hahahah

    dan juga cleopatra? Nugu? Dasom? Hahah ak belum lihat mv nya.. Ntar deh ak lihat..
    Tapi ditungggu secepatnya yaaa lanjutannya

    • Aman^^ aku usahain panjang deh, doain aja otak aku gak buntu kayak sekarang muehehe.
      Iya itu dasom sistar, liat deh. Ekspresi myungsoo beneran nyebelin. Oke, thanks for comment^^

  2. hahahaha!!!! daebak!!!!
    aigoo.. jadi penasaran apasih yang di sms-in jiyeon ke myungsoo?
    apa.. “Kim Myungsoooo!!!!!! Aku benci wanita Cleopatra ituu!!!!!” pasti myungsoo makin kaget gak karuan liat sms jiyeon kayak gini hahaha…
    jiyeon banyak ngomelnya kkk~ tapi hebat bisa ngatai namjachingunya sendiri.. “seperti idiot” “tampang tolol” haha..abis jiyeon sepertinya benar2 gemas dengan kelakuan dan sikap namjachingunya itu..
    ahhh sebaiknya myungsoo harus segera bertemu jiyeon!!! biar penyakit jiyeon engga smakin parah eoh(?) penyakit malaRindu..kkkk~

    • Aku juga belum kepikiran sih jiyeon mau ngirim apa. Mungkin sesuatu yang buat myungsoo tenang atau malah kalang kabut hahah. Iya nih, jiyeon emang suka ngomel.__.
      Tenang aja, mereka bakal aku pertemukan secepatnya hehe. Makasi udah comment^^

  3. cie cie
    jiyeon cemburu ni yeee !!!
    tp klu jiyeon cemburu percuma aja kale . . .
    myungsoo aj gx tw letak kesalahan dy di mna ???
    gmn x’n mw akur klu gt !!!
    untung aja ad member lain yg bntu, jdi hbngan’y gx terlalu renggang !!!
    aigoo, susah y jadi artis

    hmmmm
    bdw apa yg d krim jiyeon k myungsoo y ???
    wah wah wah
    krna jiyeon, konsentrasi myungsoo buyar
    gx profesional lgi dech

    next

  4. Jiyeon cemburu,tapi myungsoo gak tau klau dia cemburu. Gmn mau tau klau gak omong lsg ke orgnya. telp gak diangkat,sms gak dibls apaan sih maumu? -_-”
    kira2 apa yah yg di sms jiyeon ke myungsoo? Penasaran,lnjt baca lagi😀

  5. Dasom dibilang gadis Cleopatra… Aigo Jiyeonie… Kkk~
    gara2 Jiyeon marah Myungsoo jadi gak fokus ama kerjaan’nya… Hahaha😀

  6. aduh sabar jiyi….. kan cuma acting
    heheheheh…………. sebenrnya sih q jg gk suka ma mv itu
    GAK RELA BGT liat L ma cew lain

    kira” ap y ?????????? yg d msin jiyi ke L?

  7. wkkk makin seru aja ni jalan ceritanya🙂 walah walah Dasom dibing wanita cleopatra? emang ada mahkota yang dia pakek sama kaya punya cleopatha apa? kan cuma model rambutnya aja hahaah
    Myungsoo sampek gag fokus? berarti Myungsoo udah cinta mampus dong ama Jiyeon? hahah YES!!
    minta ijin baca chap selanjutnya ya chinguu🙂

  8. kok kayanya pendek ya ???
    next chap panjangin ya authornim,
    kira kira jiyeon sms apa ya sama myungsoo, jadi kepo,
    buat myungsoo cemburu berkepanjangan dong, authornim.,
    ke chap selanjutnya dulu
    *keep writing and fighting*

  9. Part ini singkat banget T_T
    Jiyeon cumburu kkkk myungsoo yg ga tau apa2 jd bingung sendiri deh
    Aku demen klo ngebayangin cerita real idol life kyk gini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s