Behind The Scene Of Myungyeon (Chapter 7)

BTSOM

Title : Behind The Scene Of Myungyeon

Main Cast :

  • Park Jiyeon
  • Kim Myungsoo

Genre : Romance, Humor

Type : Chaptered

Jiyeon’s Side

Hari sudah cukup malam dan kami baru saja sampai di hotel. Setelah berangkat dari Los Angeles menuju Las Vegas tadi, kami pergi menemui Chris Brown dan beberapa temannya untuk hang out sambil mendiskusikan tentang perform besok. Jujur saja, rasanya kepalaku sangat sakit hingga aku ingin membanting tubuhku keatas kasur jika aku melihatnya langsung dan baru sekarang lah aku bisa melakukannya.

Kurogoh saku celanaku untuk mencari ponsel dan melihat jam berapa sekarang. Sudah jam 11 malam lewat dan kami baru saja sampai. Aku melirik kesamping, ke tempat tidur disebelahku. Hyomin eonnie sudah tergeletak disana tanpa menukar pakaiannya atau menghapus make up. Rasanya aku ingin sekali sepertinya, tapi pakaianku benar-benar tidak nyaman untuk tidur. Jadi kuputuskan untuk bangkit menukar baju dan menghapus make up tipis di wajahku lalu kembali ke tempat tidur.

Myungsoo sudah tidur belum ya?

Aku melirik ponselku yang tidak berdering sama sekali semenjak dia bilang dia akan makan malam di hotel sekitar jam 8 tadi. Aku rasa dia benar-benar sudah tertidur. Padahal aku berharap dia mengucapkan selamat atau apa untuk hari anniv kami besok tepat jam 12 malam nanti. Tapi ternyata tidak. Dia malah tidur duluan. Menyebalkan sekali.

Aku jadi kembali ragu, dia ingat atau tidak ya? Mungkin saja dia bersikap seperti itu tadi pagi karena benar-benar sedang dalam keadaan mood yang bagus. Bukan berarti dia ingat kan?

Myungsoo itu agak pelupa memang..

Tapi tidak seharusnyakan dia lupa dengan hari penting inikan?

Ah, sudahlah memikirkan hal seperti ini membuat kepalaku semakin berdenyut. Lupakan saja. Lebih baik aku tidur.

*****

Aku baru saja bangun karena suara berisik yang mengangguku. Siapa sih yang berisik pagi-pagi begini? Kuusap kedua mataku dan tanpa sengaja menatap kearah sofa di sudut ruangan. Disana sudah ada Hyomin eonnie, Eunjung eonnie dan Ahreum yang sedang mengobrol entah tentang apa. Menyebalkan sekali sih. Kepala ku masih pusing sekali rasanya.

“ Kalian kenapa ribut sih? ” Tanyaku kesal.

Tiba-tiba mereka semua menoleh dan bertepuk tangan. Aku hanya menatap mereka dengan tatapan bingung.

“ Happy anniversary ke satu, eonnie! Jangan bilang kau lupa? ”

Huh. Sial.

Mereka saja ingat. Masa myungsoo tidak? Menyebalkan. Aku hanya mendengus dan meraih ponselku yang tergeletak diatas meja dan berharap ada pesan atau panggilan dari orang itu tapi ternyata tidak ada. Sial. Dia benar-benar melupakannya.

“ Lupakan saja, Myungsoo saja tidak ingat. ” Jawabku ketus.

“ Hah? Aku kira dia ingat. Habis waktu kau pulang dari pantai, mukamu bersinar sekali. ” Kata Hyomin eonnie dengan tampang-ayo-kita-bergosip yang menyebalkan.

Aku sedang tidak ingin membahas tentang hari jadi satu tahun, myungsoo atau apapun yang menyangkut keduanya. Itu membuatku semakin kepalaku semakin pusing hingga aku rasanya ingin melemparkan sesuatu.

“ Sudahlah eon, jangan bahas itu lagi. ” Gumamku lalu menyingkirkan selimut dan berjalan menuju tas kami yang tergeletak begitu saja di lantai kamar, aku menoleh untuk menatap mereka, “ Eon, kau punya obat sakit kepala? ” Tanyaku.

Hyomin eonnie hanya menujuk tasnya dan mereka semua diam sambil menatapku―aku bisa merasakannya walaupun aku memunggungi mereka semua―ku ambil tas hyomin eonnie dan menjatuhkan semuanya kelantai hingga aku mendapatkan obat yang kucari. Hyomin eonnie tidak marah, mungkin karena dia tahu kalau moodku benar-benar sedang tidak bagus.

Setelah menelan obat itu, aku kembali masuk kedalam selimutku dan memejamkan mata tanpa perduli sudah jam berapa sekarang. Kalau bisa, mereka perform saja bertiga. Aku malas.

“ Jangan tidur, lebih baik kau mandi lalu kita turun dan makan. ” Kata Eunjung eonnie.

Aku hanya menggeleng, tidak berminat. Tiba-tiba ada yang menarik selimutku dan menarik kedua tanganku agar aku bangun. Astaga, kenapa mereka tidak pengertian sedikit saja. Kepalaku benar-benar pusing.

Kubuka mataku dengan malas dan menatap Eunjung eonnie yang sedang menarik kedua tanganku agar bangkit. Aku berdecak lalu mendudukkan tubuhku, “ Kepalaku sakit, eon. ”

Eunjung eonnie ikut berdecak, “ Paling karena Myungsoo. Ayo cepat, kita bisa terlambat. ”

Akhirnya aku menurut dan melangkahkan kakiku ke kamar mandi setelah mengambil baju yang akan aku pakai untuk pergi. Lihat saja, aku tidak akan mengirim pesan apapun atau menelfonnya seharian ini sampai dia yang mengirim pesan duluan. Ck, apa di tidak punya kalender di ponselnya? Kenapa dia tidak membuat tanda atau apa gitu?

Myungsoo sialan. Myungsoo jelek. Aku kesal padamu haaah.

Rasa sakit kepalaku sudah sedikit berkurang setelah selesai mandi―tapi mandi tidak membuat rasa kesalku berkurang sedikitpun, sayangnya. Padahal kalau mandi bisa membuat rasa kesalku sedikit saja, aku pasti akan mandi berkali-kali.

“ Eon, pinjam iPad. ” Kataku.

“ Ada di kamar, ambil saja. Kami akan turun duluan. ”

Eunjung eonnie memberikan kunci kamarnya dan turun bersama Hyomin eonnie. Sedangkan aku, menarik tangan Ahreum agar menemaniku untuk mengambil iPad Eunjung eonnie. iPad ku ada tapi aku tinggal dikorea karena terlalu berat, aku malas membawanya.

Kamipun masuk kedalam kamar Eunjung eonnie dan mencari iPadnya didalam tas yang kemarin digunanakannya di bandara. Setelah menemukannya, kamipun keluar dan menyusuri lorong hotel yang benar-benar sepi menuju pintu lift.

“ Memang untuk apa, eon? ”

Aku menoleh kearah Ahreum yang menatapku dengan pandangan bingung, “ Tidak ada, aku ingin melihat berita-berita saja. ”

Ahreum bergumam, “ Pasti berita tentang Myungsoo oppa. ”

Aku berdecak, “ Sok tau. Tentu saja berita tentang kita. ”

“ Sejak kapan eonnie mau melihat berita tentang kita hah? ”

Aku terkekeh. Aku memang agak malas melihat berita tentang kami, entah itu baik atau tidak. Kalau ada berita kami pasti tentang kerjasama kami dengan Chris Brown, konflik ini itu ditambah dengan komentar-komentar yang kadang tidak membantu sama sekali. memang mereka fikir enak jadi kami? Kami sudah bekerja sekeras ini, mereka masih saja berbicara seolah-olah mereka tahu semua. Kalau bukan karena fans yang masih mendukung dan mempercayai kami, lebih baik aku berhenti saja dan menikah muda. Ah, tidak. Pikiranku kacau lagi sepertinya.

Kami berdua duduk semeja dengan Eunjung eonnie dan Hyomin eonnie. Diatas meja itu juga sudah ada roti yang sudah diberi selai untukku dan Ahreum jadi kami tidak perlu mengambil lagi. Setelah memakannya sepotong, aku membuka iPad eunjung eonnie untuk mencari berita di situs online dengan tag INFINITE L. mungkin berita mereka juga dipenuhi dengan rencana mereka syuting videoklip di Universal Studio atau apa.

Tapi tidak.

Aku melihat sebuah judul yang membuat aku ingin sakit jantung rasanya.

INFINITE L MEMILIH MISS A SUZY SEBAGAI THE BEST IDOL.

Tolong bunuh aku sekarang.

Ah, jangan, bunuh saja Myungsoo sekarang. Aku tidak ingin mati hanya karena Myungsoo memilih Suzy sebagai the best idol atau apapun lah itu. Oke, Suzy memang temanku. Kami dekat. Tapi itu bukan berarti aku tidak akan marahkan? Kenapa dia tidak memilih orang lain―ah, tidak, lebih tepatnya, KENAPA BUKAN AKU?!

Memang aku kurang cantik? Memang aku kurang berbakat? Memang aku kurang apa hah?! Aku rasa kalau masalah cantik, aku lebih cantik kok.

Aku membaca isi artikelnya dengan perasaan yang tidak tentu hingga selesai beserta isi komentarnya yang sudah lebih dari seratus itu.

“ Wah, kalian terlihat cocok. ”

“ Ayo adakan We Got Married untuk Myungsoo dan Suzy. ”

“ Jelas sekali kalau L menyukai Suzy. ”

“ Oh, tidak, kenapa dia tidak memilih Naeun? ”

Dengan semangat berapi-api, ku geser layar iPad itu hingga sampai paling bawah dan menulis di kolom komentarnya dengan nama samaran.

“ Myungsoo milikku, tau! ”

Setelah mengetikkan kalimat itu, kutekan tombol send lalu menunggu beberapa saat hingga komentarku muncul di baris paling bawah. Biarkan saja, tidak akan ada yang tahu.

Kim Myungsoo sialan. Lihat saja. Tidak ada ampun untukmu hari ini. aku benar-benar tidak suka. Kau tidak ingat hari anniv setahun kita dan kau menyebut nama Bae Suzy sebagai idolamu. Sial. Aku muak. Benar-benar muak hingga aku ingin menjambak rambut Myungsoo hingga dia botak dan menjadi semakin jelek.

Aku serius. Aku benar-benar kesal. Kau tidak akan aku maafkan, Kim Myungsoo.

“ Kau lihat apasih? Sampai wajahmu ditekuk seperti itu. ” Tanya Eunjung eonnie sambil berusaha melihat layar iPad.

Aku menengadahkan kepalaku untuk menatapnya dan menunjukkan layar iPad itu kepadanya. Eunjung eonnie dan yang lainnya mendekatkan kepala mereka secara bersamaan untuk melihatnya. Setelah itu secara kompak, mereka mengeluarkan respon mereka yang berbeda-beda. Hyomin eonnie hanya menghela nafas, Ahreum menatapku kebingungan sedangkan Eunjung eonnie sudah tertawa terbahak-bahak dan membuatku semakin kesal.

“ Memang aku kurang apasih? ” Tanyaku, entah kepada siapa.

Eunjung eonnie meraih gelas orange juicenya lalu menatapku sebelum meminumnya, “ Mungkin Suzy lebih cantik daripadamu. ”

“ Ah, tidak juga eon. Jiyeon eonnie masih lebih cantik. ” Bela Ahreum sedangkan aku menganggukan kepala untuk menyetujuinya.

“ Kau ingat tipe ideal Myungsoo? Wanita dengan wajah polos namun memiliki aura yang kuat dan rambut bergelombang. Itu Bae Suzy. ” Kata Eunjung eonnie.

“ Memang wajahku tidak polos?! ”

“ Tidak sama sekali. ”

Aku menyandarkan tubuhku pada sandaran kursi dengan kasar. Cerita dengan Eunjung eonnie benar-benar menyebalkan―tapi oke, bagaimanapun Eunjung eonnie benar. Bae Suzy adalah tipe ideal Myungsoo. Aku juga pernah dengar secara tidak sengaja waktu Woohyun oppa keceplosan bilang Myungsoo suka dengan Suzy. Awalnya aku pikir hanya bercanda, tapi setelah aku pikir lagi ada benarnya juga. Kenapa aku baru sadar sekarang sih?

Sial. Ini benar-benar menusuk tepat ke jantungku dan membuatnya berdenyut seperti aku habis melakukan sesuatu yang sangat berat. Kupijat pelipisku pelan, kepalaku ikut berdenyut lagi sekarang. Rasanya aku ingin menangis saja. Entahlah. Kenapa aku secengeng ini sih.

“ Sudahlah Ji. Tipe ideal Myungsoo itu tidak spesifik. Banyak kok gadis seperti itu. Kau juga bisa masuk dalam tipe ideal itu. ” Balas Hyomin eonnie.

Aku menggeleng, “ Myungsoo memang pernah suka dengan Suzy. Woohyun oppa pernah tidak sengaja mengatakannya. ”

Semuanya hanya diam, bahkan Eunjung eonnie sekalipun. Aku juga tidak tahu harus berkata apa lagi. Rasanya sudah jelas. Jadi kenapa Myungsoo sangat baik belakangan ini kalau dia memang menyukai Suzy?

Oh atau.

Myungsoo sengaja baik denganku sekarang lalu nanti dia akan memutuskan hubungan kami setelahnya.

Mungkin saja. Segala kemungkinan bisa terjadi dan lebih baik kita memikirkan dari kemungkinan terburuk.

Bisa kurasakan sesuatu yang hangat berjalan turun dari mataku lalu cepat-cepat aku mengusapnya dengan punggung tanganku namun semakin cepat aku mengusapnya, semakin banyak yang turun dari sana.

Jiyeon bodoh. Kenapa aku menangis sih? Bodoh sekali. untuk apa aku menangis. Tidak mengubah apapun.

Hyomin eonnie menarikku mendekat dan memelukku sambil sesekali mengusap punggungku. Aku malu sekali. kenapa aku menangis di restaurant hotel. Tapi entahlah, kalau bisa aku ingin menangis lebih keras lagi.

“ Sudahlah. Paling itu sudah direncanakan, kau kayak tidak tahu saja. ”

Aku menarik nafas, agak sulit berbicara sambil menangis, “ Tapi dia juga tidak ingat hari ini kami satu tahun. Apa itu juga direncanakan? Rencana apa? Putus? ” Tanyaku hampir lepas kendali untuk berteriak.

Sakit sekali. aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau dia benar-benar ingin putus denganku. Setelah hal-hal yang dia lakukan kemarin, ternyata aku tahu itu hanya untuk membuatku senang sebelum kami benar-benar putus.

Tapi apa itu mungkin?

Atau hanya aku yang berfikir terlalu jauh?

*****

Kuhempaskan tubuhku diatas sofa dan kusandarkan kepalaku disandarannya. Kami baru saja selesai perform satu lagu untuk Palms Pool Memorial Day Weekend in Las Vegas. Agak menyebalkan sebenarnya. Kami tampil dengan kostum yang aku kurang suka dan ada penari-dengan-pakaian-tidak-pantas di kiri kanan kami. Tapi respon penonton lumayan juga.

Aku memang berusaha untuk melupakan masalah itu, fokus pada kerjaan dan berusaha sebaik mungkin. Aku bahkan mematikan ponselku dan mencabut batrainya.

Lucu sekali.

Aku memang mencabut batraiku tapi aku berharap dia mencariku dengan menelfon Hyomin eonnie atau apa. Tapi sepertinya tidak ada. Percuma saja. Mengingat ini saja membuatku ingin menangis lagi. Mungkin aku memang pms.

Tiba-tiba seseorang mendobrak pintu dan ternyata orang itu adalah Hyomin eonnie. Ia menatapku dengan nafas tersengal dan mengangkat ponselnya kearahku.

“ Dari Myungsoo!! ”

Myungsoo’s Side

Aku baru saja sampai ke Las Vegas bersama member lainnya dan langsung pergi menuju hotel. Hari ini mungkin jadwal kami akan kosong, kami akan meneruskan syuting besoknya jadi hari ini aku bebas.

Setelah check-in, kami masuk kedalam kamar kami masing-masing. Barang-barang kami juga sudah diurus oleh petugas hotel jadi aku hanya perlu merapikannya sedikit saja.

Kuhempaskan tubuhku diatas sofa, tidak ada dering ponsel atau apapun seharian ini. memang jiyeon kemana, ya? Apa dia sesibuk itu sampai mengirim pesan saja tidak sempat.

Aku merogoh ponselku dalam saku celana dan menyentuh layarnya untuk membuka kunci. Namun entah kenapa layar ponselku masih saja gelap. Jadi ponselku mati? Cepat-cepat aku tekan tombol powernya berkali-kali namun tetap saja layarnya gelap.

Astaga. Pantas saja.

Apa ponselku rusak?

Oh, tidak. Batrainya!!!!!

Aku berteriak untuk mencari charger dan membongkar seisi tasku namun aku tidak menemukannya dimanapun. Apa aku lupa membawa charger? Tidak mungkin. Aduh. Bagaimana. Pasti Jiyeon marah kalau begini.

“ Hyung, kau cari charger? ”

Aku menoleh kebelakang dan menatap sungjong yang menatapku dengan tatapan bingung. Aku mengangguk cepat lalu kembali mengobrak-abrik isi tasku. Sial. Dimana dia!!

“ Charger hyung didalam tasku. ”

Aku menoleh cepat dan menatapnya kesal. Kenapa dia selemot ini sih!! Kenapa tidak bilang dari tadi? Cepat-cepat aku bangkit dan mengangkat tasnya untuk mengeluarkan semua isi tasnya. Cara ini lebih praktis daripada harus mengobrak-abriknya dengan tanganku.

Setelah mencolokkannya dengan ponselku, aku menatap layarnya sambil menggoyang-goyangkannya. Berharap itu ampun untuk mempercepat masuknya batrai itu keponselku. Tapi sepertinya tidak ada pengaruhnya.

Aku menoleh ke kiri, Sungjong masih saja menatapku dengan dahi berkerut, “ Ponselmu mana? ”

Dia menunjuk kearah meja didekatku. Aku mengikuti arah jarinya dan menggapainya tanpa berpindah tempat. Ku cari kontak Jiyeon lalu menekan tombol hijau namun ternyata ponselnya mati. Sial. Dia pasti benar-benar marah.

“ Kau punya nomor Hyomin-nuna? ” Tanyaku sambil mengutak-atik ponselnya untuk mencari nomor orang lain yang bisa aku telfon.

“ Tidak, hyung. ”

Aku berdecak dan meletakkan ponselnya diatas meja lagi. Mungkin ponselku sudah bisa hidup sekarang. Setelah menekan tombol power, aku menunggu beberapa saat dan layar ponselku mulai hidup. Aku menghela nafas lega. Paling tidak, ponselku tidak rusak disaat seperti ini.

Namun, sesuatu yang tiba-tiba muncul di layar ponselku membuatku menahan nafas lagi.

Hari ini tanggal 26!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Berkali-kali kuketukkan ponselku ke kepala. Jiyeon bukan marah biasa kalau begini, dia pasti marah besar. Cepat-cepat aku cari kontak Hyomin nuna dan menekan tombol hijau. Menunggu beberapa saat hingga akhirnya telfonku diangkat.

“ NUNA!! MANA JIYEON?! ” Teriakku, entah karena lega atau malah cemas.

Hyomin-nuna menghela nafas, “ Jiyeon marah sekali padamu. ”

Aku meringis, “ Aku tahu, nun.. ”

“ Yasudah. Sebentar aku cari anak itu dulu. ”

Setelah mengatakan itu terdengar bunyi derap langkah yang terburu-buru, mungkin Hyomin nuna sedang berlari atau entahlah. Lalu beberapa detik kemudian terdengar bunyi pintu yang buka secara paksa dan membuatku sedikit kaget. Mungkin Hyomin nuna benar-benar berniat membantuku.

“ Dari Myungsoo!! ”

Kudengar ia berteriak nyaring, mungkin dia sudah menemukan Jiyeon. Aku menghela nafas, bersiap-siap untuk mendengar kemarahan Jiyeon yang mungkin akan menghantam telingaku.

“ Matikan saja. Aku tidak mau berbicara dengannya. ”

Deg.

“ Tapi kau harus bicara.. ”

“ Aku sudah bilang tidak, eonnie. ”

Ini benar-benar masalah besar. Jiyeon bukan type orang seperti itu. Oke, dia memang suka ngambek dan mogok bicara tapi bukan seperti ini. nada suaranya berbeda. Ya jelas juga sih, aku lupa hari anniv setahun. Ck, padahal aku sudah mengingatnya waktu baru sampai di los angeles.

Bodohnya.

“ Kau dengar sendirikan? ”

Aku meringis lalu menggaruk kepalaku walaupun tidak gatal sama sekali, “ Iya nun. Bilang sama dia, ponselnya hidupin. ”

Setelah itu Hyomin-nuna bergumam dan memutuskan sambungan telfonnya. Aku menghela nafas. Apa yang harus aku lakukan kalau sudah seperti ini. bagaimana aku bisa mengajaknya pergi? Padahal aku sudah mencari informasi tempat-tempat yang bagus untuk dikunjungi di Las Vegas. Selain berjudi tentunya.

“ Kau kenapa lagi sih? ”

Aku tersentak dan menoleh kaget, entah sejak kapan Dongwoo hyung sudah masuk dikamarku dan duduk di tempat tidurku. Seperti setan saja.

“ Hari ini annivku dengan Jiyeon. ”

Dongwoo hyung bergumam dan meraih remote tv untuk menghidupkannya, “ Lalu masalahnya? ”

“ Aku nyaris lupa dan Jiyeon marah. ”

Dia berdecak dan menatapku kesal sejenak lalu kembali menggonta-ganti channel tv, “ Memang salahmu kalau begitu. ”

Aku menghela nafas. Tidak ada gunanya. Tidak akan ada yang membelaku. Masih mending kalau Sunggyu Hyung yang disini. Paling tidak dia akan memberikanku saran yang sedikit agak masuk akal dan bisa aku jalankan. Tapi aku tidak mungkin datang ke kamarnya sekarang, apalagi datang untuk meminta saran. Bisa-bisa dia menaikkan dagunya sambil menatapku dengan tatapan mengejek. Sial.

“ Tapi rencananya aku ingin mengajaknya jalan-jalan, hyung. ”

“ Yasudah. Kalau dia tidak mau diajak baik-baik, ya culik saja. ” Jawabnya enteng.

Ingin sekali rasanya aku melemparkan ponselku kekepalanya itu. Saran macam apa itu? Menculiknya? Mana mungkin aku menculik Jiyeon. Aku ini pacarnya, bukan psikopat atau sasaeng fans yang terlalu fanatik. Lagi pula aku terlalu tampan untuk jadi psikopat―tapi aku pernah beberapa kali menonton film, psikopat biasanya tidak jelek sih. Lumayan juga.

Tapi tunggu.

Menculik Jiyeon?

Jiyeon’s Side

Entah sudah yang keberapa kali aku membanting pintu saat di backstage dan terakhir kali dipintu kamar hotel atau menendang barang yang berada didekatku setiapkali mengingat wajah jelek Myungsoo yang menyebalkan. sial, rasanya aku ingin melempar sesuatu sekarang.

Apa aku terlalu berlebihan?

Aku rasa tidak. Semua wanita pasti akan melakukan hal yang sama denganku. Hari Anniv setahun itu sangat penting. Ini bukan karena aku egois atau kekanakan. Ditambahlagi dengan kenyataan bahwa dia mungkin masih menyukai Bae Suzy. Seharian ini aku sudah berfikir keras tentang apa kelebihan Suzy yang aku tidak miliki tapi aku tidak menemukan apapun, kecuali kenyataan bahwa dia lebih besar dan tinggi daripada aku. Masalah bakat juga tidak ada. Dia main di Dream High 1 dan aku melanjutkannya di Dream High 2 jadi menurutku tidak ada masalah soal bakat.

Lagi pula, apa bakat termasuk kriteria dalam mencari pacar atau menyukai seseorang? Kurasa tidak.

Kuraih remote tv dan mengganti channelnya dengan asal. Hyomin eonnie sedang berada di balkon kamar, menerima telfon ntah dari siapa. Mungkin dari gebetannya. Paling juga nanti dia cerita dengan wajah berbunga-bunga dan aku hanya mengagguk sambil bergumam sesekali.

Hari sudah malam tapi belum ada tanda-tanda Myungsoo melakukan sesuatu agar aku memaafkannya. Oke, aku memang menolak telfonnya tapi jujur saja, aku berharap dia berusaha menelfonku lagi atau apa saja yang mungkin bisa membuatku memaafkannya seperti yang ada di drama korea. Tapi kemudian aku ingat, Myungsoo bukan laki-laki romantis seperti yang ada didrama-drama.

Aku memang bodoh, aku bahkan masih berharap banyak setelah aku tau dia menyukai Suzy―memang belum pasti, tapi aku yakin sekali―dan melupakan hari anniv kami. Aku masih bisa memaafkannya dan mempercayainya lagi lalu mengulang semuanya dari awal seolah tidak ada masalah. Aku memang gila.

Masalah yang membuatku gila hanya satu, aku terlalu mencintainya. Aku terlalu takut dengan kehilangan walaupun dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Mungkin aku rela pura-pura tidak tau seumur hidup bahwa dia menyukai orang lain dan menahan rasa sakitnya sendiri asalkan aku tidak kehilangan Myungsoo.

Bodohnya. Dan perasaan seperti ini membuatku semakin bodoh.

“ Jiyeonnie. ”

Aku tersentak dan menoleh kearah Hyomin eonnie yang sudah duduk diatas tempat tidurnya sambil menatapku dengan tatapan khawatir.

“ Apa? ” Jawabku.

Dia menggeleng, “ Aku sudah memanggilmu sepuluh kali, bodoh. ”

Aku hanya terkekeh dan kembali menukar-nukar channel tv dengan pandangan bosan. Tidak ada film yang bagus. Padahal biasanya aku tertarik menonton film action atau horror luar negri tapi kali ini tidak. Untuk apa aku menonton kalau fikiranku saja tidak fokus.

“ Ayo kita jalan-jalan! ” Ajak Hyomin eonnie tiba-tiba.

Aku menoleh dan menatapnya bingung, dia sudah berdiri dari tempat tidur dan berjalan menuju lemari pakaian.

“ Kemana? Aku sedang tidak terlalu berminat, eon. ” Tolakku.

Hyomin eonnie membalikkan tubuhnya dan menatapku lalu mengangkat kedua bahunya, “ Ya siapa tahu kau jadi tidak terlalu kesal lagi. Tapi kalau tidak mau ya sudah, aku sendiri saja. ”

Aku bergumam dan kembali menatap tv lalu melihat jam di ponselku. Mungkin ada benarnya juga. Daripada aku semakin bosan dan membuat kekesalanku bertambah, lebih baik aku ikut jalan-jalan. Walaupun aku tau yang dimaksud Hyomin eonnie dengan jalan-jalan adalah berbelanja, menurutku juga tidak buruk. Siapa tau aku bisa melihat pernak-pernik lucu dan membuat moodku kembali bagus.

“ Eonnie, aku ikut saja. ” Teriakku saat dia mulai menghilang dibalik tembok, hyomin eonnie menolehkan kepalanya dari balik tembok dan menatapku dengan mata berbinar, “ Ayo cepat. ”

Dengan agak malas, kusingkirkan selimutku dan berjalan kemeja rias dan mengikat rambutku yang acak-acakan lalu mengambil jaket kulit yang tergantung begitu saja tanpa mengganti baju. Lagipula, aku rasa tidak ada yang terlalu mengenal kami disini.

Kemudian aku berjalan keluar kamar untuk menyusul Hyomin eonnie dan kami menyusuri koridor hotel yang agak sepi lalu turun kelantai bawah menggunakan lift.

“ Kita jalan kaki saja ya. ” Kata Hyomin eonnie tiba-tiba.

Aku mengerutkan dahiku bingung, “ Kenapa? ”

“ Ada jalan kecil didekat hotel ini yang bisa tembus langsung ke toko oleh-oleh yang kemarin aku bicarakan dan jalannya lebih dekat. Jadi apasalahnya kita coba? ”

Aku hanya mengangguk. Sepertinya dia benar-benar niat sekali untuk pergi ketempat itu hingga mencari tahu jalan pintasnya.

Setelah keluar dari kawasan hotel, kami berdua berbelok ke kiri dan berjalan dipinggiran jalan. Ada beberapa bule yang juga sepertinya turis sedang berlalu lalang melihat keadaan kota Las Vegas pada malam hari. Ini masih belum seberapa, kalau kita keluar tengah malam, akan lebih banyak orang yang berlalu lalang.

“ Oh iya eon, ponselku tinggal. ” Kataku tiba-tiba.

“ Tidak apa-apa, lagipula aku bawa, ” Jawabnya santai, “ Ayo belok kesini. ”

Kuamati sekeliling jalan dengan tatapan ngeri. Jalan itu memang kecil, mungkin mobilpun tidak muat. Dinding-dinding dikiri kanannya tinggi dan dipenuhi oleh graffiti-grafiti.

“ Eonnie yakin ini jalannya? ” Tanyaku ragu.

Hyomin eonnie hanya mengangguk tanpa menoleh ataupun memberhentikan langkahnya. Ini memang jalan pintas, tapi aku tidak membayangkan kami akan berjalan di jalan yang sunyi dan agak gelap ini. Kurasa Hyomin eonnie sudah dibutakan dengan hobi belanjanya.

Baru 5 langkah kami menyusuri jalan kecil ini, aku sudah merasa ada yang aneh. Seperti ada yang mengikuti kami. Apa aku terlalu berfikir negative?

“ Eonniya, ” Gumamku.

“ Apa? ”

“ Apa kau merasakan sesuatu yang aneh? ”

Hyomin eonnie malah tertawa dan tidak menjawab pertanyaanku sama sekali. memangnya itu lucu? Aku serius.

Ah. Mungkin aku yang terlalu paranoid. Kenyataannya Hyomin eonnie sebenarnya lebih penakut daripada aku.

‘ TAP ’

Reflek aku menoleh kebelakang saat mendengar ada bunyi langkah dibelakangku dan tiba-tiba ada seseorang menarik kedua tanganku kebelakang yang membuatku reflek berteriak, namun ada yang menutup mulutku dengan sapu tangan. Oh, ini pasti ramai.

Aku berusaha memberontak dan merilik Hyomin eonnie, dia sendiri sudah pingsan dan dibopong oleh dua orang yang sepertinya laki-laki berpakaian hitam.

Sial. Astaga.

Apa yang sedang terjadi? Aku diculik? Di Las Vegas?! Ya tuhan yang benar saja.

Kuhentak-hentakkan tubuhku dan berusaha untuk dua orang sedang berusaha menggendongku entah kemana. Jujur saja, ini pertamakalinya aku diculik dan aku tidak pernah merasa setakut ini. berpuluh-puluh bayangan buruk tentang apa yang akan terjadi padaku selanjutnya sudah mulai terbayangkan olehku. Mungkin saja aku akan diculik dan diminta tebusan, atau lebih buruknya aku akan diperkosa, atau lebih buruk lagi aku akan dicincang-cincang lalu organ tubuhku dicabut untuk dijual.

Tidak. Tidak. Aku harus bagaimana? Tuhan, maafkan semua dosaku.

Rasanya aku ingin menangis lagi. Kugerakkan kakiku kesegala arah hingga mengenai tubuh penculik yang satu lagi dan membuatnya mengerang tapi tidak berkata apa-apa. Dan aku merasa agak puas membuatnya kesakitan.

Demi apapun kenapa otakku masih saja bermain-main?! Aku harus mencari cara agak aku bisa bebas dari dua orang ini. tapi sepertinya tidak bisa, orang yang menggendongku malah berlari makin cepat dan kemudian aku merasakan tubuhku dilempar kesebuah mobil setelah tanganku diikat dengan tali sebelumnya.

Oh ya aku baru sadar kalau aku menutup mataku sejak tadi.

Akupun membuka mataku dan ada sekitar tiga orang memakai topeng dan baju hitam yang berada dikiri kananku. Seseorang disebelah kiriku menutup mataku dengan kain hitam dan menggeser tubuhku dibantu dengan kedua temannya agar aku dapat duduk tegak.

Aku mulai bingung. Apa seperti ini rasanya diculik? Rasanya aku sudah pasrah. Memang tidak ada harapan lagi kan?

Kenapa Myungsoo tidak muncul seperti didrama-drama action dan menyelamatkanku?

Oh lupakan. Dia saja belum tentu bisa meninju orang.

Kemudian aku mendengar kedua pintu dikiri kananku ditutup kemudian mobil pun berjalan tapi aku tidak merasa ada seseorang yang duduk disampingku. Berarti hanya ada dua atau tiga orang dimobil ini termasuk aku.

Sebenarnya apa sih yang mereka inginkan dariku? Ini bukan penculikan mendadak, ini pasti direncanakan. Astaga apa yang harus aku lakukan. Aku benar-benar bingung.

Setelah agak lama, mobilpun berhenti dan membuat kecemasanku makin meningkat―dan juga rasa kantuk yang membuatku hampir tertidur sepanjang jalan tadi karena suasana yang terlalu hening―kemudian terdengar pintu mobil yang terbuka lalu ditutup dan terbuka lagi, mungkin dia membuka pintu belakang. Sial, jantungku berdetak tidak karuan. Ini bahaya.

Orang yang aku tidak tahu siapa itu membuka kain yang menyumbat mulutku, membuatku agak lega dan bisa bertanya apa yang dari tadi menjadi pikiranku, “ Siapa kau?! ”

Kemudian terdengar suara tawa yang aku kenal khas. Tidak mungkin. Mungkin otakku benar-benar konslet dan mengaggap suara itu suara Myungsoo. Mana mungkin Myungsoo yang melakukan ini.

“ Kau tidak tau siapa aku? Yang benar saja. Kita sudah pacaran setahun. ”

Deg.

Jadi ini ulah si Myungsoo bodoh itu?! Sejujurnya ada rasa lega dan senang, entah kenapa walaupun rasa kesal lebih dominan. Mungkin karena aku tahu bahwa aku tidak jadi dicincang dan tetap akan memiliki organ tubuh yang lengkap.

Karena kesal, aku bergerak ke samping dan menendangnya sekuat tenaga. Membuatnya berteriak dan membuat telingaku nyaris meledak.

“ YA?! KENAPA KAU BERTERIAK?! ”

“ KAU TAU APA YANG KAU TENDANG?! KALAU TERJADI SESUATU PADANYA BAGAIMANA?! KITA TIDAK BISA PUNYA ANAK!! ”

Memangnya aku menendang ap…

Aku langsung tertawa sekeras-kerasnya, membuatnya mendengus sambil sesekali meringis. Apa sesakit itu?

Ya aku rasa memang pasti sakit.

“ Aku kan tidak bisa melihat apa yang aku tendang, jadi jangan salahkan aku. ” Belaku sedangkan dia hanya berdecak.

“ Kalau kau seperti ini aku tidak akan membukakan ikatan dan penutup matamu. ”

Aku melayangkan kakiku secara asal kearahnya dan menendang kakinya, “ Aku bisa melaporkanmu kepolisi, bodoh. ”

Dia tertawa, “ Memang kau tega? ”

Aku berdecak. Dia benar juga. Aku tidak mungkin benar-benar melakukan itu.

“ Kenapa tidak? ” Gumamku tidak yakin, “ Buka ikatan tanganku, kau fikir ini tidak sakit?! ”

“ Iya-iya, cerewet sekali sih. ”

Myungsoo’s Side

“ Iya-iya, cerewet sekali sih. ” Balasku.

Aku masuk kedalam mobil dan duduk disebelahnya lalu membuka ikatan tangan hasil karya Sungyeol hyung tadi.

Yaya. Memang kami yang menculik Jiyeon atas ide asal dari Dongwoo Hyung. Awalnya saat aku melontarkan ide ini pada member infinite yang lain, mereka semua menertawaiku seperti itu ide paling bodoh sedunia. Tapi karena aku menjanjikan banyak hal pada mereka, mereka akhirnya mau membantuku dan menambah ide―yang paling menguras gaji setahunku―lalu meminta Hyomin nuna yang untungnya tidak meminta imbalan apapun.

Dasar mereka itu, tidak pernah mau membantu secara cuma-cuma. Menyebalkan sekali.

“ Tutup mata ini dibuka juga, bodoh. ”

Aku diam dulu lalu menarik tangannya keluar dan menariknya keluar dari mobil yang aku pinjam dengan salah satu kru pembuatan MV kami dari sini. Mobil Mercedes Benz keluaran terbaru. Lumayankan?

“ Jangan banyak tanya. ” Kataku.

Dia hanya mendengus dan menurut. Kugenggam tangannya lalu menuntunnya berjalan. Jujur saja, jantungku sudah berdetak tidak karuan. Aku takut. Entah apa yang aku takuti. Mungkin aku takut dia tidak menyukai kejutanku.

“ Wanita suka kejutan. Apalagi yang romantis. ”

Hanya kalimat dari Sunggyu hyung itu yang terus terulang didalam otakku sekaligus penyemangat walaupun kalimat itu belum tentu benar. Aku masih belum mempercayai Sunggyu hyung seratus persen.

Aku berhenti mendadak dan menarik tangan Jiyeon untuk berdiri disampingku. Wajahnya terlihat bingung dan menurutku itu lucu.

“ Sudah sampai belum sih? ”

Suara Jiyeon membuatku terhentak dan berhenti mengamati wajahnya. Sial. Dia ini menganggu sekali, rasanya aku ingin mencubit pipinya atau apa agar dia diam. Tapi sepertinya dia tidak akan diam sebelum ikatan pada matanya dibuka.

Akhirnya aku membuka ikatan matanya dan mengamati reaksinya. Dia mengedip-ngedipkan matanya lalu menguceknya dengan kedua tangannya seperti tidak percaya pada apa yang ia lihat.

Ia menatapku dan sungai itu bergantian. Aku membawanya ke jembatan diatas sungai yang terkenal di Las Vegas. Memang sulit mencari tempat romantis disini, tapi untungnya disini tidak terlalu ramai karena memang tidak banyak orang yang datang ke las vegas untuk mengajak pacarnya kencan.

“ Kenapa kau bisa tau tempat seperti ini? ” Tanyanya bingung.

Aku hanya mengabaikan pertanyaannya dan menatap lurus kedepan, “ Ingin lihat sesuatu? ”

Jiyeon hanya menatapku tidak mengerti. Aku tersenyum kecil lalu menepuk tanganku sekali.

Lalu sesuai yang aku rencanakan dengan Sunggyu hyung―dan memakan seperempat gaji setahunku―muncul helikopter kecil yang membentuk tulisan dari sesuatu yang mirip awan diatas langit.

“ Happy first anniversary. I love you more than you know, baby. ”

Aku melirik Jiyeon sebentar, dia memperhatikannya dengan tatapan takjub dan mulut yang terbuka, mungkin tidak percaya pada apa yang dilihatnya. Aku tersenyum puas. Sunggyu hyung benar kali ini. aku rela gajiku habis asal bisa melihatnya seantusias ini, sungguh.

“ Myungsoo… ”

Aku menoleh dan menatapnya yang sudah seperti ingin menangis.

KENAPA DIA MALAH MENANGIS?! APA AKU SALAH?!

“ YA! Kenapa kau malah menangis?! Kau tidak suka?! ” tanyaku panik.

Dia menggeleng dan menengadahkan kepalanya keatas untuk menahan agar airmatanya tidak jatuh kebawah. Aneh sekali. kenapa dia malah menangis. Apa dia terlalu terharu?

Jiyeon’s Side

Myungsoo menarik lenganku untuk mendekat dan memelukku, membiarkanku menangis didalam pelukannya. Aku benar-benar terharu sampai tidak tahu harus melakukan apa selain menangis lagi. Aku tidak menyangka Myungsoo, seorang seperti Myungsoo bisa melakukan hal ini padaku.

Astaga kenapa aku sedramatis wanita didrama korea.

Kenapa aku secengeng ini.

Ini bukan gayaku sama sekali.

Setelah aku sudah bisa mengontrol diriku, aku memukulnya berkali-kali sekuat tenagaku, berusaha untuk mengeluarkan semua emosi yang aku tahan hari ini. mulai dari anniv sampai masalah suzy.

“ Kau jahat. ” Gumamku.

Dia menghela nafas, “ Aku ingat kok hari ini kita anniv. Hanya saja… ”

“ Bukan hanya itu bodoh!! ” Bentakku.

Myungsoo mendorong tubuhku dan menatapku dengan tatapan bingung, “ Apa? Ayo katakan. ”

“ Tebak. ”

Dia menatapku dengan alis yang bertaut seolah menunggu jawaban tapi aku tidak akan memberi tahunya tentang apapun. Dia harus menebaknya sendiri.

“ Berikan aku clue-nya. ”

Aku mendengus dan beralih menatap kearah sungai, “ Bae Suzy. ”

“ Hah? ”

Aku diam saja. Membiarkan dia berfikir sendiri. Bodoh sekali. mengingat ini saja sudah membuat moodku yang tadinya sangat baik menjadi agak jelek. Aku jadi teringat muka-sok-malu-malu-kucingnya yang menyebalkan.

Menjijikkan. Rasanya aku ingin muntah tapi sayangnya tidak bisa karena isi perutku kosong. Sial sekali.

“ Oh. Acara itu? ” Tanyanya dengan senyum yang menyebalkan.

Memangnya dia masih perlu bertanya tentang itu? Aku tidak akan berbicara sampai dia berbicara dengan jelas atau apalah.

“ Kenapa kau harus marah? ” Lanjutnya santai, aku refleks menoleh dan menatapnya dengan tatapan kesal, “ Aku bilang dia sebagai THE BEST IDOL bukan sebagai wanita tipe ideal-ku atau artis wanita yang aku sukai. Lagipula itu sudah diatur oleh PD-nim, seperti kau tidak tahu saja. ” dia menghela nafas, aku masih menunggu lanjutan penjelasannya, “ Kalau dia bertanya siapa artis wanita paling sempurna atau seseorang yang kau sayang, aku akan menjawab Park Jiyeon. Aku berjanji. ”

Apa yang akan kau lakukan jika berada diposisiku sekarang?

Ini benar-benar diluar dugaan. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Yang ada hanya reaksi tubuhku yang seperti biasa. Jantungku berdetak tidak karuan, dan pipi hingga telingaku menghangat hingga rasanya aku ingin menampar diriku sendiri.

Ekspresi seperti ini lebih terlihat bodoh daripada ekspresi aku menangis. Dan aku benci ini.

Jadi aku hanya mengalihkan mukaku dan menatap sungai lagi. Untung sekarang malam dan agak gelap, dia pasti tidak melihatnya.

“ Begitu? ” Tanyaku pelan setelah berulang kali membasahi tenggorokkanku karena tidak bisa berbicara apapun.

“ Aku janji. ”

Jawaban yang singkat namun mampu membuat kedua kakiku lemas. Jadi aku berjalan mundur kebelakang dan duduk diatas kap mobil sebelum aku benar-benar jatuh dengan memalukan.

Sedangkan Myungsoo membalikkan badannya dan duduk disebelahku. Aku hanya menunduk dan menatap kedua kakiku.

“ Tapi dulu kau suka dengannya. ” Gumamku asal.

“ Itu dulu. Lagi pula aku tidak benar-benar menyukainya. Hanya sekedar kagum saja. ” Jawabnya yakin.

Entah.

Entah aku harus percaya atau tidak walaupun dia sangat meyakinkan. Kita tidak bisa tahu isi hati seseorangkan?

Tapi aku harus percaya dan berharap Myungsoo tidak mengecewakanku.

“ Oh, begitu. ”

Dia bergumam, “ Aku berharap kita longlast walaupun tiap hari pasti ada masalah dan kita tidak bisa berpacaran dengan bebas. ”

Aku ikut bergumam menyetujuinya. Tidak tahu harus bicara apalagi. Aku juga berharap begitu, selalu.

“ Karena aku tidak tahu apakah aku bisa hidup tanpamu. ”

Kalimat itu seperti bisikan angin. Pelan sekali. aku saja tidak yakin dia mengatakan hal itu. Terlalu pelan hingga aku takut itu hanya khayalanku saja.

“ Apa kau bilang? ” Tanyaku.

Dia hanya melambai dan berdiri dari mobilnya, “ Tidak ada. Ayo kita pergi makan lalu pulang. Perutmu berbunyi sejak tadi, bikin malu saja. Untung tidak ada orang.”

Ingin rasanya aku melepas sepatuku dan melemparnya kemukanya. Merusak suasana saja. Tapi ajakan makannya membuatku berfikir dua kali untuk melakukan itu.

“ Ayo. Kau yang teraktir. ” balasku.

Dia menatapku sengit, “ Enak saja. Uangku sudah habis untuk membuat kejutan seperti ini. kau tidak tahu biaya menyewa helikopter dan menyalakan kembang api seperti itu mahal?! ”

Rasanya aku ingin tertawa mendengar pengakuannya itu. Astaga. Apa ada laki-laki seperti dia? Setelah memberikan kejutan romantis malah mengeluhkan soal modal yang ia keluarkan langsung kepada pacarnya? Kurasa tidak ada. Hanya Myungsoo.

“ Yaya aku yang bayar. Sekalian aku ingin membeli racun tikus untuk Hyomin eonnie karena mau-maunya bekerja sama denganmu. ”

*****

Test test test. Hai. Kangen aku ya? Xixixi

Maaf ya baru lanjutin>< ada sesuatu di rlku yang ngebuat ff ini tertunda hehe. Maaf banget. Aku bakal usahain ff ini lanjut, tapi mungkin agak lama soalnya aku udah mulai sibuk banget sama tugas super nyebelin.

Oh iya satu lagi. Maaf kalau part ini gaje, banyak typo, kalimat aneh dan gak nyambung, terkesan maksa atau gimana. Ini belum aku baca sama sekali, cuma ngeluarin isi otak aku yang pas-pasan dan ketik. Jadi maklum ya.

Love yaa!!

49 thoughts on “Behind The Scene Of Myungyeon (Chapter 7)

    • Omo, myungyeon kapel bikin ngakak, tapi kadang kadang nyebelin sama myungsoo-,,- pengrn ngbotakinjuga bareng jiyeon xD tapi gmna yah, ngbayang myungsoo yang hendsem itu botak’-‘ lol

      Itu anniv masa sampe ngabisin gajian myungsoo setahun xd kekeke kasian benner
      Si myungsoo ngga asik thor, pas anniv ngga ada kissiu kissu nya/? /otak yadong kumat xD
      Jiyeon sikap childishnya bkin gemmes ne;-; aaaa little dino

      Ntar next partnya, pas abis makan adain romantisan dikit ne xD kekeke
      Ahahah, hyomin mau dbelliin makanan tikus :))) wkwkw
      Ditunggu next partnya ne;3
      Jangan lama lama thor :-“

  1. Iya, lophhh bangetttt banget niee!!! cuzz udah kangen ama comebacknya authornim n_n
    Sumpahhh jiyeon masih ttp stubborn dan childish.. Tapi gimana lagi gara clumsy myungsoo,, bikin dino ngamuk ㅋㅋㅋ
    Hahhhaha parah klu jiyeon kesel,, myungsoo yg hansemnya sampe 120 th lamanya bisa jadi jelek seketika dimatanya, maka mau dibotakkin lg,, *ngakak
    Waduw ide dongwoo bnr bikin myungsoo gila,, mana pake gaji setaon(?) wahh tebusan dosa myungsoo elite jg,, #plakkk hahhaha
    Sungguh menarik! Ktk myungsoo scr spontan berteriak thd jiyeon “..? kalo KITA tidak bisa py ANAK”
    Diulang,, KITA (?) -ANAK (?) jiyeoooon denger gak sih(?) Hahha this’s toooo cutee *i’m died xD
    Dannnnnnn dg perlahan myungsoo bilg ke jiyeon “krn aku tdk tahu apakah aku bisa hidup tanpa mu” Whuttt!! MYUNGSOO! YOU. AND. JIYEON. MARRY. NOW!!!!!!!!! >o.< nya,, sangat sangat lohhh🙂

    • *heran wp py limited comment ya(?) kepotong-*
      btw lanjutan~
      BTS #7 Daebak!!! sedikit gilaaa dan suka bangettt!!! Mana mentang2 myungsoo lagi di amrik pake “i cant liph withdaut cyuu~” segala ama jiyeon hahhha
      well, ditunggu kelanjutannya dan buat YSBM pls update soon!!! ditunggu jg sangat sangat lohhh🙂

  2. kyaaaaaa
    myungsoo mendadak jdi so sweet krna jiyeon y .. . .
    omo, aq pkir jiyeon bkal mrah trus gx mw maafin myung lagi !!!
    tp ternyata kejutan myung bisa bwt jiyeon luluh . . .

    next part

  3. Wah wah MyungYeon (ʃƪ ‾̴̴͡͡•ﻬ ‾̴̴͡͡)
    Wajar dunk myung milih suzy kan sekarang lagi demam nyaa Suzy kekeke tapi dihati Myung hanya ada Jiyi

    Lanjut – lanjut
    YSBM nyaa diupdate juga thor.

  4. waktu tadi pagi buka blog ini langsung seneng banget krn yg udah ditunggu2 dr jaman kapan tau akhirnya muncul….

    myungsoo pasti jadi kere bgt tuh gaji setahun abis buat anniversary hahaha

    oiya authornim, aku minta ijin ya, ngeshare alamat blog ini di wp ku buat “myungyeon fanfic recommended”

    next part BTSOM sama You should be mine nya ditunggu ><

  5. Ya ampun seneng author balik benaran Thor jangan hiatus LG ya ff author selalu Aq menunggu dan favorite Aq hore2 sambil jingkrak2
    Thor YG YOU should be mine ya Thor d lanjut hehee

  6. Akhir’nya FF ini dilanjutin juga….😀
    kangen bnget tau gak ama ini FF….😀
    MyungYeon kalian emankk selalu sukses bikin diriku senyum* gaje…

    Ditunggu next part’nya…😉

    aq ganti id dari JullieMinhoz ke JullieHimchan /gakPenting/abaikan

  7. anyeoooong new reader nh kk~
    myung sweet jg walo suka nyebelin n lupaan.eh tp ujung2nya itu loh lol terlalu jujur ap ngerasa rugi? jiyeon jg karakternya kocak ga jelas ambekan emosian drama queen(?) kdg malu2in diri sendiri klop lah mereka..aaaa suka crita in dtunggu klanjutannya thor fighting!^^

  8. Wah jiyi klo marah gtu lucu bgt sih gemesin..msa mw jamkbak bt myung,mw nendand mw bnihuh ommona,,,jiyi jiyi #gedek2kpla
    Lnjt,,,,oia yg ff satu yg myungyeon pny ego tghi yg itu loh yg cm bru part 3,,kpn lnjt??myungyeon dstu jaim bgt tp krakter mrk kuat jd sukaaa

  9. Ngakak bacanya thor beneran ini cerita bikin senyum2 geje gtu 😄😃😃😃
    Jiyinya itu kaya anak kecil myungsoo juga kenapa bilang suzy huhuuu nyebelin jiyi u lbh cantik kok tenang aja hahaaa myungsoo bilang aja klu g bs hidup tanpa jiyi kaya gtu aja malu 😊😘
    Jiyi mending nikahmuda aja sama myungsoo dr pada myungsoo ntar kegenitan
    👯💏
    Gag tw mw coment apa ini ceruta bgs bgd feel dapat trus berasa bgd scane nya tentang myungyeon
    Pkknya aq suka 👍❤💚💞💞💞
    🙏👏thir please jgn hiatus lg trus bgpostnya jgn lama2
    Oiya thor yg ff you should be mine nya post aq nunggu ff itu juga
    Pkknya ff nya author selalu menunggu 💦🎉🎃
    Seneng bgd waktu ada ff ini 🐸🐣🐥

  10. Ff yang kutunggu sekian lama!
    Awalnya uda senang bca lanjutan ini…
    Eh,,tapi lagi-lagi author bilang part slanjutnya bklan lama
    Padahal uda senang banget author comeback
    Huhuhu

    Thor,,usahakan ya jgn trlalu lama hiatusnya,,
    Ɨƚε ټ Ɨƚε ټ Ɨƚε °˚˚•. (ړײ)

    Ditggu sngt part slnjutnya
    Bgtu juga yg YSBM..
    Hwaiting!

  11. Seruuu…
    Jiyi kdng konyol jg..
    Myung dh bsa romantis nih.. ^^v
    terus”an aja kaya gtu biar Jiyi sneng.. #GkHrusNgurasGji1thJgOppa

    Next..
    YSBM jg ditunggu Thor..
    Fighting!!

  12. Omg omg omg teriak pake toa, yaampun thor aku udh nunggu ff ini dari kpn tau suka bgt sma karakter mereka d sini berasa real bgt , paling suka sma kata” myungsoo yg “ Karena aku tidak tahu apakah aku bisa hidup tanpamu. ” huah jd aku yg seneng, baca ff ini bkin ketawa sendiri . Please thor part berikutnya jgn lama . Fighting!!

  13. Aduh sy aja yg cman baca, luluh ma kata2 myungMyung!! Gmna ama jiyi huhuhu gak gambek lagi nieee.. Siut siut !! Sumpah feel.a dpet bnget thor,, ngebyngin muka myungyeon jg dpet bnget.. Next deh secepat.a.. Lama jg gpp yg penting tetep di lanjut.. Fighting thor

  14. akhirnya2, lanjutan ff ini di post juga. udah lama nungguin ff ini.
    alur ceritanya bagus, bikin senyum2 nggak jelas. Suka banget sama Myungyeon❤❤❤
    Meskipun selalu ada masalah, yg penting Myungsoo udah cinta sama Jiyeon.
    Next partnya, tolong jgn lama2 yaa. Authornya daebak.

  15. Huaaaa eonni aku kangennnnn bangettt akhir nya udah ngepost juga udah nunggu berbulan bulan macan bertauntauh ayolah eonni buat ff lagi yang lebi seru : ) jangan lama lama🙂

  16. ahh akhir nya nonggol juga🙂
    aq udda nunggu lama , seru bgt , aq suka ff nyya ^_^
    di tunggu part selanjut nya , akan aq tunggu wlpun lama , hhe ^_^

  17. Akhirnya ada lanjutannya,trims yah author😀
    Myungyeon benar2 membuat mulut ku capek krn senyum dan tertawa lht tingkah mereka.Suka momen mrk berdua so sweet pake bgt😀 Ahh ditunggu lanjutannya yah. Sukses tuk tugas2nya,moga lancar n dpt hasil yg bagus.SEMANGAT!!😀

  18. Aku demo dulu ya bacanya nanti

    Akhirnya Ff ini dipost juga lumutan aku nunggu nya

    kirain ga bakal dilanjutin Chingu huuu bikin kita penasaran tingkat over 😂😂😂😂😂😂

    Mana Chingu katanya mau buat akun Facebook kok ga ada

    Udah ahhh uneg uneg kekeke
    U

  19. NAH NAH NAH! INI NIH! Akhirrrnnya part 7 di post juga -_- udah lama bangett kann /?

    Critanyaa… Always good. Myungsoo astaga-,- ngapain pake nyulik jiyeon segala .-.

    Tapi thor… Aku gk tau ini cuma perasaan aku aja atau apa, yang jelas aku ngerasa feelnya kurang dapet. Feel crita ini sama BTSOM part-part sebelumnya itu beda.

    Itu cuma pendapat aku sih, tapi tetep semangat ya!!

    You should be mine juga don’t forget to post next chapter, okeyy??😀

  20. Sosweeeeetttttt seruuuuu Saeng q sukaaa hehehe

    Dongwo daebakkkkk idenya walau agak aneh tapi berhasil kekeke dan Myungsoo harus menguras gaji setahun buseetttt mahal amat y culik orang ternyata 😃😃😃😃

    Q juga rasanya pgn botaki si myung myung waktu milih si makanan Jepang huhuuuu tapi karna q terlalu cinta ya ga tega kekeke 😘😘😘😘😘😘😘

    Part selanjutnya ditunggu ya Saeng fighting

    Yang You sould be mine juga kapan dilanjutkan ?????😍😍😍😍😍😍😍
    Q dah penasaran tingkat matahari hehehe

  21. unni k’mna aja kok lma nggk muncul. .!! au udah lma nggu lnjutan ini ff lo. .sama yg you should be mine au tnggu next part’nya unni. .yg cpet ya. .!! sbelumnya mkasih. . hwaiting. .

  22. Yeayyyy seneng banget akhirnya ini ff diupdate juga \(^.^)/ dance dance dance
    Wkwkwkkk ternyata akar permasalahan mereka itu kesalahpahaman, Myungsoo seharusnya kamu inget hari anniv kamu sama jiyi donk, gag perlu pakek harus diingetin sama alarm hp kamu -_-
    Jiyi yakinlah bahwa Myungsoo itu sudah cintamati padamu!!! pupuklah kepercayaan dirimu, okey?!
    MYUNGYEON HWAITING!!!! ditunggu kelanjutannya chingu🙂

  23. hai eon aq readers bru di sini slam knal neee
    maaf eon comment ny lngsung di sni soal ny bru nemuin wp mu
    gak ap2 kan eonnn
    aq ska ff mu eon apa lgi myungyeon serasa kyak real gtu baca ny
    bravoo bwt eonn ny,,hehehehh
    di tunggu lnjutanny eon…..

  24. aigo.. pengen punya pacar kaya myungsoo.. sweet bget.. mau dong ????
    jiyeon jadi terharu ya…
    aku juga kalo digituin,
    hehe^^
    ff.nya makin daebak,
    *keep writing and fighting*

  25. Myungsoo selalu ada aja akalnya buat ngebaikin jiyeon
    Aaaaaahhhhh aku kan jadi envy sama jiyeon
    Dy beruntung bgt deh jd pacar nya myungsoo
    Makin kesini myungsoo makin romantisssss
    Aku lumerrrrr sama pesona mu mr kim kkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s